Breaking News

Gondesan Buddhist Indonesia Adakan Pemberkatan Dengan Relik Dharma dan Perlimpahan Jasa

Bali | Pantau Terkini | .Sejak Tanggal 23 November 2019 hingga Tanggal 24 Nopember 2019 bertempat di Grand Ball Room Aston Denpasar Hotel and Convention Center, jalan Gatot Subroto Barat no 283 Denpasar, Yayasan Gondesan Buddhist Indonesia mengadakan kegiatan Dhamma Talk oleh The Most Ven, Master Kuan Ru, yang bertemakan "Kebajikan dan Manfaat Pelafalan Mantra Maha Karuna Dharani atau Ta Pei Cou,"  dan  Chau Tu ( doa pelimpahan jasa untuk leluhur, dan semua mahluk yang mempunyai hubungan karma ). Acara Dhamma Talk tersebut terasa menyejukkan iklim kerukunan umat  karena  dihadiri oleh umat beragama lainnya selain umat Buddha dari Bali, Jakarta, Medan, Yogya, Surabaya, Bandung, Taiwan, Malaysia dan China.


Misi dari Gondesan yang artinya adalah Gunung Kebajikan yakni praktik welas asih pada semua mahluk dengan semboyan "Percikan Dunia Dharma Bermanfaat Bagi Semua Mahluk.", karena itu rangkaian acara diakhiri dengan  Piensa pada tanggal 26 November 2019 yang dilakukan di Pantai Padang Bay, Klungkung, yang berada di depan Gua Lawah.

Adapun arti dari Piensa adalah berasal dari kata Pien yang berarti ke segala arah, Sa berarti memercikkan air suci (air berenergi doa/ mantra), Pien Sa yang dipimpin oleh Master Kuan Ru dilakukan dengan memercikkan air yang berenergi Mantra Maha Karuna Dharani di pantai, dan lingkungan pantai. Selama lebih dari 20 tahun, Master Kuan-Ru yang berasal dari aliran Buddha Mahayana ini menitikberatkan pada manfaat pelafalan mantra Maha Karuna Dharani (Ta Pei Cou) dan pemercikkan Ta Pei Cou Sui (air mantra Ta Pei Cou ), dan praktik Boddhicitta ini, telah menghasilkan testimoni oleh banyak murid murid beliau berupa peningkatan finansial, bisnis, kesehatan, keharmonisan hubungan, dan keberuntungan keberuntungan lainnya,  juga testimoni dari alam semesta sendiri berupa fenomena hadirnya ratusan ribu Dharma Relik di Vihara beliau di Taiwan, dan bermunculan di kediaman para murid beliau di seluruh dunia. Dharma Relik tersebut kemudian disimpan di Biara Gondesan di Taiwan.


Mantra Maha Karuna Dharani bermula dari keprihatinan Bodhisattva Gwan Yin Pu Sha yang melihat penderitaan para mahluk di alam peta, karena itu oleh Thatagatha, beliau diajarkan mantra tersebut, yang merupakan mantra welas asih tertinggi bagi semua mahluk. Adapun Dharma Relik berasal dari peninggalan fisik para Bodhisattva dan perwujudan dari Dharma , maka pemunculan Dharma Relik tersebut juga semakin meyakinkan bahwa para Bodhisattva telah hadir dan mengapresiasi kebajikan yang telah dilakukan oleh mereka yang melafalkan Mantra Maha Karuna Dharani dan menjalankan 4 Kebenaran Arya.


Pada hari ke dua Dhamma Talk, Master Kuan Ru juga mengajarkan, selain menjalankan Boddhicitta, umat Buddha harus mempelajari ilmu mengenai kebijaksanaan, karena dengan ilmu kebijaksanaan, Boddhicitta akan ditekadkan sebagai cita cita yang lebih besar, untuk keuntungan masyarakat, untuk lingkungan dan dunia, karena hal itu tekad ini akan diberkahi oleh Buddha. Melafalkan Ta Pei Cou juga berfungsi agar tekad menjadi lebih mantap dan tidak mudah goyah. Master Kuan Ru menambahkan, tekad itupun harus dijalankan, karena ketika kehidupan kita lebih baik, keberhasilan kita menjadi contoh di dalam masyarakat. (@gatha )

No comments