Perang Tanding kelas Dunia Seorang Ghost Harsanta

Ghost Harsanta

Ghost Harsanta sebut saja begitu, seorang kartunis yang mengawali karirnya dari hiruk pikuk media cetak disebuah media lokal yang cukup terkenal di Bali. GH bekerja sebagai design grafis yang kadang diminta untuk mengisi karya bergaya kartun. Rutinitas seperti itu bagi seorang jiwa petarung yang dimiliki seorang inisial Hantu Harsanta ini membuat dirinya jenuh, hambar dan Idenya tidak diwadahi dan itu kadang berbenturan dengan konsep redaksional tempat dimana Hantu Harsanta ini mengisi mangkuk nasinya.

Dengan langkah berat dirinya keluar dari perusahaan tersebut. Benturan mulai terjadi, GH tidak menemui lahan dimana dia bisa mengisi ide bebasnya diluar redaksionalnya itu.

Lahirlah web sendiri, dengan judul laskarkocak.com. GH menjejali webnya dengan issue nasional dan internasioanal, seperti issue korupsi yang terjadi didalam negeri sampai issue human right yang biasa mengisi kolom kartun kelas dunia.


Di kesibukannya mengisi ambisi buah pikirnya, ternyata perut harus tetap diisi, "Ternyata Idealisme itu tanpa hasil materi jadi tidak seimbang" celotehnya sambil terkekeh. Mulailah si Hantu Hasanta berselancar mencari sesuatu yang seimbang itu, dengan melihat karya - karya dunia tidak membuatnya ciut, justru tertantang, "Sepertinya saya juga bisa buat seperti itu" celetuknya sambil menyeruput kopi yang dihidangkan oleh sang istri saat kami bertandang kekediaman sang maestro kartun ini (30/7).

Ghost Hasanta dengan nama asli FRANSISKUS I GEDE AGUS HARSANTA mulai berkiprah dengan karyanya dengan merogoh koceknya sendiri pertempuran di duniapun dimulainya, "cukup menguras tenaga dan biaya yang tidak sedikit mengikuti lomba-lomba seperti ini" celotehnya.

Selama 3 tahun pertarungan kartun dunia, gentayangan di daerah eropa belum juga menampakkan hasil, "Terdaftar di list saja tidak" keluhnya sambil menyomot kueh molen rasa blueberry yang disuguhi dengan iringan music blues.

Barulah tahun 2015 gambar kartunya masuk katalog, piagam, dan penghargaan lainnya diraih tahun 2017. Dan di tahun 2018 barulah membuahkan pundi-pundi keberhasilan berupa hadiah-hadiah yang masuk akal yang bisa mengisi pulsa internet sekampung. Rasa bangga karena berkali-kali masuk nominasi, dan nama Ghost Harsanta sudah mulai dikenal dikalangan kartunist dunia, disanalah saya banyak berinteraksi dengan lawan yang juga menjadi kawan.

"Disitu titik kepercayaan diri saya muncul"

salah satu karya GH 2018

Merit Award (International Category) The 30th Rotary Cartoon Awards, Bunker Cartoon Gallery Australia, 2018 mendapat uang 500 dollar, 1500 euro Grand Prize The 13th International Cartoon Contest Braila 2018, Romania.

Special Jury Notes "HUMOUR AT...GURA HUMORULUI”,
The International Festival of Cartoon and Humorous Literature The 27th edition, 2017, Romania

The Second Place and the Mention, The lst Certmen World of Humor The Art Of Reir / Spain 2017

Finalist Artist 2nd International Competition of satirical design about Kite 2017, Italy

Finalist Artist The 12th HumoDEVA International Cartoon Contest Deva Winter, Romania, 2017

Merit Award (International Category) The 30th Rotary Cartoon Awards, Bunker Cartoon Gallery Australia, 2018

Grand Prize The 13th International Cartoon Contest Braila 2018, Romania

Excellency Prize 12th International Cartoon Contest Urziceni, Romania 2018 .

Finalist Artist Spirito Di Vino 19 International Competition Italy, 2018 ‘

Selected Artist for Exhibition XXV Muestra Internacional De Las Artes Del Humor, Spain 2018.

Hasil kerja keras terlihat, semangat pun berkobar untuk kembali menghantui jagad persilatan kartunis. buah dari tidak disebut-sebutlah GH belajar melihat, meneliti bahkan berkawan dengan lawan, mirip The Art of War nya SUN TZU, membuatnya lebih lihai.

Special Jury Notes "HUMOUR AT...GURA HUMORULUI”


Awal karakter dalam melukis kartun melekat kuat dari seorang Ghost Hasanta, goresan pemikiran yang kadang tidak tersangka-sangka timbul memberikannya ide, kadang sambil bersepeda sambil menghilangkan penat.

"Karya eropa timur lebih bergaya painting",jelasnya.

Spain 2017

"Awal kartun saya menggunakan ballon text untuk menjelaskan maksud saya"

Gaya awal karya Agus Harsanta

Hasil karya tangan-tangan dari seluruh kartunis dunia ini pun bisa menjadi sample pemikiran hidup kedepan, yang diperlukan pemimpin - pemimpin kelas dunia. Arah Pandang manusia - manusia kritis, yang mampu menciptakan suatu trobosan ide dan gambaran kehidupan yang harus dikawal.

"Kelompok komunitas Yahudi Amerika pun membuat event karikatur, tapi 2 tahun ini tidak mengadakan karena mereka lagi konsen membuat buku biografi, tahun 2020 mereka akan mengadakan lagi dengan hadiah yang berlipat ganda sebesar dari USD 10.000,- nanti menjadi USD 25.000 "

"Tetapi orang Asia belum pernah memenangkannya, dan berbasis di New York"

Gatra Dewata ikut menikmati diskusi

Tidak melulu di Eropa dan sekitarnya saja, di Indonesia juga ada lomba karikatur editorial. Batas akhir tanggal 5 agustus 2019 yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia, yang tentu kartunnya nanti menggunakan ballon text, temanya tentang sosialisasi saham. "Lumayan hadiahnya 10 jeti (juta) plus tabungan saham" terang beliau, dalam imajinasi beliau menceritakan masih berkutat antara grafik orang gantung diri menggunakan neraca saham atau mobil yang berjalan diliku-liku diatas neraca saham.





"Saya gak paham akan bermuara kemana kelak, saya masih menikmati pertarungan ini, saat ini pun ada 15 lomba yang harus saya kejar untuk diselesaikan".

Kadang dalam penyelesaian dan berdiskusi Agus Harsanta sering ditemani oleh sahabatnya Wayan Roi, "kadang saya sampai jam 3 pagi kejar dead line bersama bli wayan, yang seorang guide spanyol".

Issue yang sering dihembuskan adalah human right perdagangan manusia, kecanduan gadget dan issue migran yang masuk ke benua eropa.

Merampungkan lomba untuk bulan juli Italy dan yunani, tema finding water in the dark, mencari air sampai ke bawah tanah yang dalam, air itu yang makin sulit akan menjadi menjadi perang nantinya.

Digambarkan dengan gambar keran yg keluar adalah darah. peminatnya hanya orang2 tertenu saja yang mengagumi karya-karya seperti ini. berbanding terbalik dengan diluar negeri tanpa baloon text.

"Pertandingan ini seperti menerobos lubang jarum, 768 karya kartun, 319 kartunis 50 negara, pemenangnya adalah orang asal negara (kabupaten jembrana), kejutan kejutan itulah yang membuat saya semangat dan memotivasi generasi yang mencoba untuk menelurkan sebuah karya".

Kartunis yang juga aktif sebagai pelayan gereja ini, jiwa spiritualisnya juga sering membuatnya melepas sejenak rutinitas pertarungan dalam karya yang hendak diciptakan setiap harinya, untuk melayani kemanusiaan.

merenung mencari Ide kreatif

Manusia yang lahir tanggal 17 April 1976, yang sejatinya membanggakan bangsa di mata dunia, tak ada lirikan negara ikut dalam setiap perjuangannya, atau mungkin karena Negara terlalu serius? atau terlalu takut akan kritik membangun yang disuguhkan kartun - kartun karya FRANSISKUS I GEDE AGUS HARSANTA?

ENTAHLAH........(Ray)












Post a Comment

0 Comments