GENERASI YOSUA : Melayani dengan Kasih


Generasi Yosua Kelapa Gading yang digembalakan oleh Pdt. Budiyanto terpanggil untuk pelayanan dengan Misi 3S (Sehat, Sekolah dan Sejahtera)
Perjalanan pelayanannya di Generasi Yosua menginjak usia ke 15, semua dimulai dari ketidaksanggupan namun oleh Kasih Karunia mampu bertahan hingga saat ini untuk melayani Jemaat yang berlatar belakang ekonomi bawah.

Kegiatan dilakukan dalam pelayanan tidak hanya mencakup ibadah tapi pelayanan kasih dan kepedulian terhadap sesama.

"Setiap orang sebenarnya terpanggil untuk melayani, cuman mungkin panggilan itu berbeda beda. Kayak memperhatikan sesama, mungkin banyak terpanggil tapi ga semua bisa, karena butuh sikap hati yang benar, ini bukan bicara materi tapi panggilan, bukan bicara kesanggupan ekonomi tapi mau atau tidak" cerita Budiyanto.

Pada dasarnya Generasi Yosua ini juga mandiri, dimana biaya operasional ini dari Kantong Pribadi Pendeta dan rekan terpanggil walau minim dan terkadang lebih sering minus, semua itu dicukupkan oleh Tuhan.

Pendeta yang berprofesi wirausaha di bidang gas seperti oxygen, astilin dan lain ini, memang sejak menemukan panggilannya, ia percaya semua Tuhan yang turut campur hingga saat ini, walau masih struggle dalam urusan keuangan.
Sosok sederhana dan kasih nya sangat nampak, terutama ketika itu ia menyiapkan teh, membantu menyiapkan makanan untuk anak anak.


Pada saat Gatra Dewata berkunjung (3/7) ada perkumpulan muda-mudi remaja, yang berkegiatan setiap Sabtu, terlihat mereka sangat antusias untuk hadir dan ikuti kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Generasi Yosua.

Pada saat kegiatan itu berlangsung,  dilakukan sessi sharing oleh Frans Liu, salah seorang yang peduli terhadap generasi muda dan sosial. Dia seorang penulis yang ingin menggalih potensi dan talenta anak anak disana.
Sessi sharing yang disampaikan sederhana yaitu "Menjaga Hati untuk dapat melangkah kedepan"
Dimana point disampaikan adalah
Menjadi generasi masa depan, bukan baperan,
Menjaga pergaulan serta fokus pada kemampuan. Menjadi berkat untuk sesama, bukan masalah untuk keluarga mereka.

"Generasi Sekarang itu, generasi sangat emas, semua fasilitas dan tekhnologi ada, walau mereka dari ekonomi terbatas , bukan berarti mereka harus minder, tapi mereka harus sadari keterbatasan bukan halangan tapi tantangan, karena  saya sangat percaya dengan generasi sekarang itu sangat powerful dan enerjik, tinggal diarahkan namun semua juga kembali kepada individu mereka juga, kita bisa mendukung sebisa kita lakukan, salah satunya ini. Sessi pembicaraan untuk menjaga hati ini, agar tak mudah dikontrol omongan orang dan bisa fokus pada kemampuan mereka. Point point yang saya sampaikan sangat dekat dengan lingkungan kita saat ini, termasuk menjaga pergaulan juga agar tak terbawa arus. Nanti, ketika berhasil, mereka boleh menjadi saksi dan berkat untuk orang lain juga bahwa mereka bisa, pasti yang lain bisa. Disetiap kesulitan pasti ada berkat tersedia, bagaimana mereka menggalihnya aja" tambah Frans Liu

Kegiatan muda mudi ini tidak hanya sebatas sharing, tapi juga praktek kebersamaan dan kekeluargaan, seperti setelah kegiatan, mereka saling bekerja sama menyiapkan makanan yang telah disediakan untuk diolah.

Kekeluargaan dan kepedulian sangat tampak pada komunitas pemuda pemudi di Generasi Yosua baik sewaktu sebelum sessi sharing dimulai maupun berakhir. (Red)

Post a Comment

0 Comments