Temu Kangen Alumni SMA KATOLIK CENDRAWASIH MAKASSAR Ang.1977 Di Bali

Alumni '77 SMA Katolik Cendrawasih Makassar 

SMA favorit memang menjadi dambaan setiap murid maupun orangtua murid di seluruh pelosok Indonesia. Manusia - manusia terbaik dididik di Sekolah- sekolah yang baik pula. Salah satunya adalah SMA KATOLIK CENDRAWASIH MAKASSAR di Jalan Cendrawasih No.61 Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan Kode Pos 90125.

IIIB1"77

SMA Katolik Cendrawasih Makassar didirikan pada tanggal 1 Agustus 1951 oleh MGR N.M Scheiders Vikaris Apostolik Makassar pada waktu itu bersama-sama dengan para pastor C.I.C.M serta berlokasi di jalan Thamrin No. 5-7. Mula-mula dibuka dua jurusan yaitu bahagian A (bahasa) bahagian B (eksakta). Sebagai Direktur yang pertama diangkat pastor DR.G.Giezenaar. Siswa-siswa pada waktu itu masih sangat terbatas pada golongan menengah ke atas dan umumnya mereka masih merupakan pelajar-pelajar dari zaman NIT (pendidikan kolonial) misalnya Mulo, MS bahkan ada juga dari HBS underbouw.  Diantara mereka yang menduduki posisi tinggi beberapa berasal dari keluarga sederhana; yang pernah di NASA misalnya dan beberapa perwira tinggi TNI atau Polri berasal dari keluarga sederhana atau keluarga guru dan PNS.

Area Foto Tanah Lot

Mantan Siswa-siswa yang sudah lulus dan masih merasakan eratnya ikatan persahabatan, pertemanan bahkan kisah-kisah cinta monyet mereka, menjadikan cerita-cerita kenangan yang tak mudah untuk dilupakan.

SMA Katolik Cendrawasih Makassar para siswa Kelas the best jurusan IPA 3B1, siswa Angkatan '77 ini mengadakan temu kangennya yang setiap tahun diadakan. Saat ini mereka memilih Bali.

Mereka memiliki motto yang sangat dalam maknanya, mungkin pembaca Gatra Dewata bisa mengambil hikmah dari slogan tersebut.

"KEBERSAMAAN ITU INDAH DAN JANGAN DISIA-SIAKAN, KARENA KITA TIDAK TAHU KAPAN KITA TIDAK BERSAMA LAGI"

Reuni sekolah atau temu kangen adalah salah satu acara nostalgia yang paling diminati. Bertemu lagi setelah bertahun-tahun tidak bertemu pasti menimbulkan kesan tersendiri. Yang dulunya berantakan, sekarang rapi. Yang dulunya kucel dan tidak terurus, sekarang sudah wangi dan rapi. Pasti ada banyak sekali perubahan yang akan kamu dan semua temanmu alami. Dalam acara reuni itu juga, kalian bisa membahas banyak hal bersama, tertawa bersama bahkan mengenang masa sekolah bersama.

kiri crew Gatra Dewata, tengah Tonny Sinay, Kanan Tony

Dari reuni inilah, kamu bisa mengingat kembali seperti apa sosok teman-temanmu di zaman sekolah dulu yang sekarang mungkin sudah menjadi istri atau suami orang. Diantara alumni '77 SMA Katolik Cendrawasih Makassar ada yang pacarannya awet. 
kiri Benny, tengah crew Gatra Dewata, kanan Tonny

"Mereka berpacaran dari SMA sampai hari ini masih awet bersama" , cerita Tonny Sinay yang salah satu penyelenggara reuni ini, kepada awak media Gatra Dewata. Beliau yang pekerjaannya sekarang bertugas di Kejaksaan Agung di Jakarta. Ada juga Benny Liong pengusaha sukses di Balikpapan kalimantan Timur yang hadir di acara itu, yang juga merupakan sahabat karib dari Tonny Sinay sedari muda dulu yang juga ikut bercengkrama disebelah kami.

kehangatan suasana reuni "77

mereka semua asyik menikmati suasana Bali selama 4 hari 3 malam pada tanggal 25 juli sampai dengan 28 juli 2019. Tanggal 25 adalah acara kedatangan dan istirahat, menunggu kawan yang belum hadir di salah satu hotel di kuta. Hari Kedua tanggal 26 juli 2019 destinasi mereka ke daerah wisata Tegalalang, Kintamani, Pengelipuran. Tanggal 27 juli 2019 mereka dibawa kedaerah dingin di Bali yaitu daerah bedugul, dan Tanah Lot. Hari terakhir mereka menuju Pantai Melasti mengunjungi Big Garden Corner untuk berfoto di spot - spot yang menarik.

Tapi ada sedikit kekecewaan dari rangkaian kebahagiaan di Bali yaitu "Mengapa fasilitas umum berupa toilet didaerah pariwisata masih dipungut biaya?, seharusnya sudah menjadi tanggung jawab daerah untuk memfasilitasinya" tohok salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

berfoto di candi bentar 

Sebelum kembali ke daerah masing-masing menggunakan pesawat, mereka tak lupa membeli oleh-oleh khas Bali untuk sanak saudara mereka di tempat mereka kembali beraktifitas seperti hari-hari sebelumnya. (Ray)










Post a Comment

0 Comments