"MENGURAI REINKARNASI"

Ilustrasi gambar google

Reinkarnasi berkaitan erat dengan karma,  bahkan disebutkan para yogin sekalipun kebingungan tentang karma ini, apalagi bagi mereka yang masih berpengetahuan sebatas meyakini Tuhan , dipastikan lebih kebingungan dan tidak mempercayainya , karena sejak semula mereka memang tidak mengerti apa yang sedang mereka pikirkan dan bicarakan

Psikis terbagi tiga sub utama : sadar - rasa - indria,  sadar berasa ditengah tengah antara penghidup dan rasa hidup,  rasa sendiri berasa di antara kesadaran dan indria,  indria berasa diantara rasa dan fisik, sedemikian sadar terbedakan atas beberapa level yakni :  sadar  atas rasa - sadar atas indria - sadar atas rubuh,  yang terakhir adalah sadar atas kesadaran itu sendiri,  sadar yang menyadari sadarnya inilah yang disebut sebagai yang melampaui pikiran bahkan melampaui sadar itu sendiri,  keberadaan sadar itu berdiri oleh dua sebab :  sebab yang pertama adalah entitas hidup - sebab yang kedua oleh adanya tubuh

Ketika sadar memasuki dimensi atas ke level entitas hidup yang ditemui hanya kosong dan dirinya sendiri sebagai observer kekosongan, yang tak lain adalah diri dan sang diri itu sendiri, kekosongan adalah perwakilan diri yang tiada-wujud dan sang observer mewakili diri yang sama pada yang wujud, tetapi disana masih ada dua bagian yang kosong dan yang mengamati kosong yang berarti masih dua belum tunggal

Ketika kesadaran menuju kebawah memasuki penyebab kedua, yang ditemui adalah lapisan-lapisan wujudnya, mulai lapisan-lapisan sadar, lapisan-lapisan  rasa berikut lapisan-lapisan indria-indria penopang wujudnya, lapisan-lapisan ini sendiri merupakan manifestasi kekuatan pewujud tubuh sang diri yang sama pada kondisinya yang tiada wujud, kekuatan hidup yang termanivestasi pada yang wujud inilah div/sinar yang juga disebut sebagai dewata, akan tetapi kekuatan div ini lebih dekat kepada wujud dan berporos pada cakra-cakra tubuh,  div inilah sisi mistis kekuatan panca maha buta - lima elemen utama penyebab wujud

Kelima sub kekuatan wujud atas wujud inilah yang menjadi dimensi-dimensi yang ditemui penggali-penggali spiritual ketika memasuki sub consciousness termasuk sub kekosongan itu sendiri bagian tak terpisah darinya,  sedemikian tidak ada yang lain yang tertinggi yang tersisa selain diri/ITU, bahkan consciousness itu sendiri hanya kesan atas wujud yang itu berarti bukan kesejatian, KESEJATIAN - ITU,  ITU disini hanya mengandung satu makna yaitu yang menjadi,  yang tidak lain diri,  kesejatian hanyalah diri bayangan sang diri

Div yang mengawali seluruh wujud-wujud ini merupakan substansi pengikat atau perekat wujud, sedemikian tidak ada wujud yang tidak terhisap pada rekatanya,  termasuk memori, dari sinilah munculnya istilah akasic record atau jejak-jejak perjalanan semesta yang merupakan residu dari bayangan hidup itu sendiri,  residu-residu yang dekat pada kekuatan wujud inilah yang membentuk multi - dimensi yang ditemui kebanyakan peselancar alam mistis

Ada dimensi yang tidak menampakan langit ada pula yang lengkap bersama langit sama persis seperti dunia kita di alam materi ini, akan tetapi rata-rata keadaan disana redup atau sandya kala, terang akan tetapi tanpa cahaya, seperti keadaan peralihan sore ke malam karena hanya merupakan lingkup mandala pencapaian masa lalu yang di tuani oleh kekuatan div/dewata sang empu yang mencapai kondisi bersangkutan

Residu keberadaan itu berada disana dan dapat dimasuki yang tidak lain mandala-mandala spiritual bentukan pencapaian penggalian- penggalian spiritual dari kehidupan masa lalu,  yang tidak satupun penggali spiritual yang tidak memasukinya, sekalipun itu dikatakan alam Tuhan atau sorga atau apapun sebutannya, namun semua itu tetaplah barang bekas memori pencapaian kehidupan masa lampau,  berbagai macam kondisi mimpi itupun tarikan magnet energi sub level dimensi memori wujud ini, dejavu dan rasa atau memori-memori kehidupan masa lalu yang tiba-tiba muncul tanpa diundang,  juga berasal dari pusaran kekuatan dimensi ini

Bahkan seluruh rangkaian perjalanan  kehidupan di bumi ini tidak lepas daripada genggaman atas keterhubungan dengan seluruh dimensi-dimensi tersebut, seluruh  dimansi-dimensi yang memiliki kekuatan-kekuatan dominan itulah yang dikenal sebagai Jagad Natha atau penguasa semesta kehidupan secara makro, yang memiliki lima sub level utama yang penguasa tertingginya disebut sat-nam (secara umum terjemahannya : sat-mulia nam-terpuji)

Kelima sub alam ini mewakili jenis jenis kekuatan div sesuai tingkatan keterbentukan pancha maha buta dan yang kelima yang terbawah yang disebut Pertiwi berwujud empat dengan  satu pancer yang tunggal kesadaran sang diri, disinilah batas tiada batas berupa sadar itu berada dan penguasanya disebut yug (terhubung) nir (mulia ) ang (angkara ) eng (mandala alam kemakmuran)  dan saat wadagh menemui kematian kelima sub kesadaran inilah yang tertinggal beserta seluruh memori yang melekat padanya

Akan tetapi kekuatan penopang wujud-wujud tersebut tidak lagi pada sang diri yang pernah diwujudkan oleh bangunan fisik bentukan sub elemen Pertiwi, akan tetapi beralih kepada kekuatan dewata atau kekuatan utama penopang wujud, keberadaanya ada pada seluruh wujud-wujud yang berbeda-beda, dari wujud ghaib yang terendah hingga yang tertinggi, bersesuaian evolusi spiritual yang dijalani sang diri semasa hidup di tubuh fisik

Sedangkan sang diri kembali tunggal pada asal semula,  jadi bukan sang diri yang menjalani kehidupan setelah mati akan tetapi wujud kekuatan dewatanya yang juga mampu mandiri berdiri sendiri dengan menyerap energi hidup dari maha hidup itu sendiri - sekalipun sudah tanpa wadagh,  sedemikian dewata itu sendiri tidak lagi bertuan sang diri sejati akan tetapi bertuankan kedewataanya saja berbalut memori semasa hidupnya dan berswadharma sesuai fungsi guna kekuatan yang diwakilinya, diri sang diri sejati sendiri hanya mendapati sadarnya ketika masih berbadan wadagh

Menyangkut reinkarnasi/kelahiran kembali juga berkaitan pada tarikan kekuatan mandala memori-memori tersebut, yang menggetarkan tarikan berupa aksi untuk menyeret kembali sang diri mewujud kembali, sedemikian terjadi kembali kelahiran dan pengulangan atas pencapaian spiritual yang pernah ditinggalkan untuk di tuntaskan - bukan disembah atau di agung-agungkan,  yang sesungguhnya untuk di review kembali untuk pelayanan terbaik hingga tuntas seluruh Dharma (pelayanan kebenaran) seperti yang semenstinya,  itupun jika beruntung bertemu guru yang mengerti,  celakanya jika sang guru sendiri orang bingung maka  pencapaian akan kembali merosot makin dalam pada keterikatan

Pergulatan tarik menarik dua kutub wujud - tiada wujud inilah yang disebut reinkarnasi, tarik menarik itu akan tetap terjadi walau ratusan ribu atau jutaan tahun sekalipun,  jika pelajaran hidup  belum tertuntaskan maka reinkarnasi akan terus berulang-ulang hingga bonyok, bahwa yang sesungguhnya bukan mengikat diri pada kedewataan (menjalani kehidupan setelah mati) tujuan hidup yang sejati, justru sebaliknya melepaskan diri dari keterikatan itu untuk kembali menyatu dengan asal mula, dengan melampaui

Melampaui justru jalan yang paling sederhana,  tidak seribet mengikatkan diri di alam Hantu atau alam tuhan yang dipenuhi ritual tidak jelas,  terkecuali ritual yang bertujuan mengurangi beban keterikatan karma itu sendiri, dan ritual seperti itu di dasari penyempurnaan melalui pemutaran aksara tubuh yang dikenal sebagai DASAKSARA

Apapun jenis ritual yang dilandasi aksara tubuh itu yang benar,  setidaknya untuk mengurangi beban keterikatan karma dan bahkan yang bisa membuka jalan bagi sang diri untuk menemui kembali memori kehidupan masa lalu disaat masih hidup,  atau setidaknya tidak mati meninggalkan memori hidup sebagai hantu gentayangan,  sebab keterikatan itulah yang menjadi penyebab banyaknya hantu bergentayangan tidak tau jalan pulang, karena leluhurnya tidak menyediakan wadah ritual yang benar

Sebab di jaman KALI atau jaman kesadaran terseret sisi materialistis memiliki garis aturan baku sesuai dominasi Zat Poros penopang kesadaran materialistis yakni Pertiwi atau keterkaitan pada Elemen padat yang berperan peting atas terwujudnya sadar itu sendiri,  dan ketentuan itu adalah sabda yang tidak lain aksara yang juga yang sama dikenal dengan sebutan Tantra

Yang berkaitan dengan alam Mantra/Sabda atau yang berporos pada bunyi yang merupakan vibrasi/getaran SINAR/DIV sendiri,  getaran itulah menimbulkan Suara yang juga asal seluruh aksara maupun sabda-sabda apapun wujud jenisnya - bersumber dari kekuatan dimensi Elemen Wujud Pertiwi ini, dia pula yang disebut IBU dari segala wujud yang juga disebut sang Hyang bhairawi dan porosnya disebut sanghyang bhairawa yang sanggama keduanya menghasilkan Tantra yang aturanya  berupa Panca-MA

Bahwasanya siapapun yang mewujud tidak dapat menghindar dari aturan wujud pewujudnya,  sekuat apapun ia mengingkari hanyalah pengingkaran semu,  karena pengingkaran itu sendiri berkonotasi negatif yang melahirkan penderitaan,  bahkan pengakuan sekalipun bukan apa-apa selain memunculkan rasa kedamaian semu,  karena semua ini menyangkut jalan tengah yang itu berarti berdiri pada Pancer atau Poros yang hasil pastinya kebijaksanaan hidup,  terlepas setinggi serendah apapun pengetahuanya, berdiri di TITIK poros bisa mengurangi penderitaan atas kemelaktan wujudnya

Ini bukan menyangkut percaya tidak percaya - yakin tidak yakin,  samasekali bukan, ini berkaitan dengan ketidak berdayaan manusia terhadap tarikan kekuatan atau seretan kekuatan mandala-mandala dimensi-dimensi pencapaian di masa lalu, yang akan terus-menerus menyeret kesadaran manusia ketitik terendah,  saat kondisi seretan seperti itulah bayi yang akan keluar dari kandungan pun akan merasa ketakutan keluar dari rahim ibunya,  apalagi yang sudah lahir menjalani hidup,  tidak udah dibayangkan,  sadari saja seperti apa atmosfer kehidupan dari waktu ke waktu, semakin baik ataukah  semakin berat,  jawab sendiri-sendiri,  yang betul boleh pulang

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments