MANUSIA DAN MISTIK

Ilustrasi gambar google

Menebar kebaikan, apakah karena kita merasa lebih baik dari orang lain, bagaimana kita tau kebaikan yang kita tebar pasti menghasilkan kebaikan, jangan-jangan sebaliknya membuat manusia semakin angkuh karena merasa diri telah baik atau lebih baik dari yang lain, bahwa sebanyak apapun kebaikan yang ditebar - sebanyak itu pula keburukan mengisi kekosongan yang tersisa, lalu kita hanya akan mendapati diri kita berputar-putar di pusaran dualisme baik-buruk

Bahwa kebaikan sendiri yang mendasari kelahiran manusia,  sehingga yang bernama manusia memiliki keinginan hidup secara baik - bahwa karena kebaikan yang menjadikan-nya ia disebut manusia,  bahwa manusia terlahir mewarisi kesempurnaan sang maha pencipta,  bahwa manusia merupakan manifestasi sang maha pencipta atas GUNA PEMELIHARAAN SEMESTA, bahwa manusia adalah menara-menara pemancar kekuatan pemeliharaan Sang Maha Pencipta, hanya dengan mengetahui kebenaran itu saja, sudah cukup membuat manusia malu berprilaku culas

Sikap baik - buruk muncul kepermukaan membelah prilaku manusia saat kesadaran berorientasi materi,  disaat awal dan di saat akhir, di saat awal mula manusia berprilaku liar pada kesadaran wujudnya karena belum berpengetahuan, kemudian berevolusi hingga mengenal prilaku hidup lalu berpengetahuan, di antara awal dan akhir  itulah manusia mulai berpengetahuan,  bukan di awal bukan di akhir tetapi di tengah - tengah

Saat manusia kembali kehilangan kesadaran sejatinya beralih ke kesadaran materi - manusia kembali ke sifat awal - sifat dasar karena tidak memiliki pengetahuan yang benar,  mulai menyembah ketidaktahuanya dan kembali lagi menjadi manusia seperti di awal-mula berprilaku hidup dengan keliaran sifat binatang mengandalkan naluri

Mereka menganggap dirinya sama - tidak ada perbedaan ketika mereka menyembah kekuatan hidupnya sendiri, sekalipun itu benar akan tetapi kekuasaan EGO mereka membuatnya berprilaku liar makin menjadi-jadi,  mengada-ada dan senang mengorek-ngorek, mencari-cari dan membesar-besarkan hal remeh - temeh, bahkan mendobrak norma-norma berketeraturan hidup - menghancurkan budaya dan adat prilaku yang telah tertata,  dengan keyakinan semu mereka merasa mewakili kebaikan Tuhan, mereka lupa bahwa prilakunya mewakili dirinya sendiri dan yang merasakan penderitaan atas prilakunya adalah kesadaran hidupnya sendiri

Mereka tidak lagi berkepentingan atas budaya dan adat prilaku di atas kebenaran yang sejati, mereka merasa bangga pada prilaku yang didasari i naluri EGO,  berbicara menurut seleranya,  berseteru di atas kebenaran individual,  tidak ada yang mampu melerai mereka karena mereka berpegang pada keyakinan egonya pada Tuhan, kereka tidak berada dalam keterikatan pada kebenaran sejati akan tetapi keterikatan organisasi ego yang bergulat pada kebenaran ego belaka

Segala sesuatu bermula dari sisi mistis, saintis modern menyebutnya dark-matter, akan tetapi yang mengetahui kebenaran mengetahui bahwa yang disebut dark-matter (pengetahuan yang masih gelap) adalah kecerahan sadar itu sendiri, di sebut dark-matter karena kesadaran-nya sendiri gelap tidak mampu lagi mengurai, sangat berbeda bagi mereka yang kesadarannya terang - sangat memahami bahwa dark-matter itu sendiri telah menjadi sadar

Sehingga satu-satunya cara mencerahkan dark-matter itu harus melalui pencerahan kesadaran, dan hasilnya bukanlah pengetahuan materi akan tetapi berlanjut upaya membangkitkan kekuatan mencipta, maka itu dia disebut pingit karena memang tidak untuk di jelaskan - akan tetapi hanya mewujud - yang itu berarti hanya membangkitkan kekuatan cipta lalu mencipta sebagai pbuktian, apa yang tercipta itulah cara dia berkomunikasi kepada seluruh manusia, sehingga tidak ada yang perlu di bicarakan (pingit) tetapi berupaya dalam diam membangkitkan kekuatan ciptanya untuk mencipta, berkoar-koar Tuhan tanpa kemampuan mencipta sama saja seperti burung gagak

Sekalipun manusia berwujud materi,  akan tetapi tidak seketika itu terlepas dengan sisi mistis,  karena seluruh wujud dimulai sisi mistis, sedemikian kehidupan akan selalu terlihat misterius sebelum diri manunggal sisi mistis-nya,  bahwa Sang Diri itu sendiri mistis yang mengendarai tubuh materinya,  begitulah yang sebenar-benarnya

Kebenaran yang sejati tunggal sisi mistis itu mengelola pemeliharaan sisi materinya secara sistematis sebangun pemeliharaan semesta raya, yang menjalani kebenaran itu secara terbalik - dipastikan menemui kekacauan rasa hidup tidak pernah menemukan ketenangan, selalu menemui kebingungan,  hidup menjadi sangat misterius karena mereka memilih menyembah sisi mistis milik bayangan dirinya sendiri,  mereka yang lupa kesejatian diri dan menjiwai kesadaran wujud - berbalik menyembah sisi mistis - sehingga tanpa kesadaran mereka hidup menjadi manusia mistis

Mistik yang disembah-sembah bermakna kesadaran tunduk pada sisi mistisnya sendiri, itu sama saja memberinya kuasa memerintah kesadaran,  sedangkan sumber segala sumber mistis itu sendiri tidak lain Sang Diri - yang bayangannya berwujud kesadaran, penyembahan sisi mistis milik dirinya sendiri bisakah disebut sebagai kebenaran

Sisi mistik tidak lain kekuatan hidup,  kekuatan hidup ini yang membentuk wujud - dan wujud yang terbentuk itu yang menterjemahkan kesadaran miliknya,  sedemikian sisi mistis itu sendiri berada di bawah kesadaran -  sedangkan bayangan sisi mistis itu sendiri mewujud sebagai tubuh fisik,  dan bayangan Sang diri menjadi kesadaran atau menjadi yang sadar itu sendiri, sisi mistik yang memiliki dualisme inilah yang disebut Tantra yang berasal dari dualisme wujud bhairawa-bhairawi, sedemikian tubuh dan seluruh sisi mistis-nya adalah Tantra/ segala sesuatu yang berkaitan Kesadaran Wujud

Halnya tubuh dan prilakunya - demikian Tantra digunakan untuk yang baik dan yang tidak baik tergantung kesadaran yang mengendalikannya,  jika kesadaran tunggal dengan sejati diri maka kekuatan mistis-nya otomatis menopang kehidupan wujudnya berorientasi kebijaksanaan semesta,  jika kesadaran yang menopangnya kesadaran materi - yang terjadi adalah prilaku saling menaklukan dan itu pilihan yang sangat melelahkan

Begitulah kesejatianya,  kekuatan itu selalu ada disana apapun sebutannya - yang dimaksud adalah yang sama, ekam sat wiprah bahuda wadanthi - apa yang engkau maksud tentangnya adalah yang sama dengan yang orang lain maksud,  yaitu kekuatan pemenuhan hidup yaitu kekuatan mistis yang tidak lain Tantra,  apakah itu yang disebut Tuhan, boleh dan sah-sah saja karena samasekali bukan itu inti maksud dari semua keberadaan ini

Untuk apa memperdebatkan kebenaran  karena sejatinya hanya bisa dimasuki untuk mencipta,  kebenaran bukan untuk dijadikan bahan perdebatan,  berdebat mengikuti orang bodoh (lupa)  sama dengan membiarkan diri ikut bodoh (lupa) lebih baik menjadikan prilaku orang-orang bodoh (lupa)  sebagai tontonan menghibur selama melayani penggalian kebenaran diri sejati, karena tidak ada yang bisa dilakukan selain menjadikanya tontonan, jika diri merasa kasihan melihat kebodohan mereka - percepat upaya pencapaian kesejatian diri

Tidak ada untung memperdebatkan kesukaan orang, biarkan saja semasih diri belum mampu mencipta perubahan,  di ributkan pun apa gunanya selain akan memicu perlawanan tanpa ujung pangkal,  bahkan mati sekalipun mereka rela demi mengagungkan lupa-nya, orang lupa kesulitan mengakui kebenaran sejati yang berarti harus melepas apa yang diyakini selama ini, hanya keyakinan-nya sendiri yang bisa membuatnya kehilangan keyakinan, Pingit-Akna

Ketika diri telah manunggal kesejatian diri - di ikuti penunggalan pada kekuasa kekuatan wujud, pencipta semesta sekalipun akan memberi hormat padamu - apalagi hanya manusia yang Panca Maha Bhuta asal-muasal tubuh mereka merupakan satu kesatuan rangkaian utuh dengan tuan-nya, apa yang bisa mereka lakukan selain tunduk-takluk pada kehendak semesta,  bahwa keyakinan  mereka semata-mata permainan prasangka itu masih berada pada kesadaran wujud,

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments