Anggota BIN Gadungan Meminta Uang Jasa Rekrutmen

KTA diduga Palsu

Gatra Dewata | Sidoarjo - Jawa Timur | Satuan Intelijen gabungan Polres, Kodim Kodim 0816/Sda dan Posda Sda, mengamankan anggota BIN gadungan di wilayah kabupaten Sidoarjo.

Iming - Iming sebagai Pegawai pemerintahan yang sudah menjadi rahasia umum di masyarakat bahwa hidup bisa nyaman dan berkecukupan sudah pasti menjadi Incaran bagi masyarakat yang tidak mau berpikir keras untuk berusaha ikut memutar perekonomian negara diluar gaji yang diberikan pemerintah atau sebagai ASN.

Telah banyak bantuan pemerintah dari KUR (kredit Usaha Rakyat) sampai bantuan pendidikan wirausaha yang dilakukan pemerintah tidak juga membuat masyarakat yang terlena untuk berusaha tidak menjadi beban bagi pemerintah.

Kejadian terjadi Pada tanggal 21 Juli 2019 pukul 19.00 WIB diperoleh informasi dari Azis yang menyampaikan bahwa ada anggota BIN yang bisa membantu untuk merekrut menjadi anggota BIN dengan membayar sebesar Rp.85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah).

Kemudian Pada 22 Juli 2019 pukul 10.00 WIB Danunit Inteldim 0816/Sda melaporkan kepada Dandim 0816/Sda terkait anggota BIN (diduga Gadungan) yang berada di Desa Tropodo Kec. Krian Kab. Sidoarjo, setelah melaporkan hal tersebut Dandim memerintahkan personel Unit Inteldim 0816/Sda untuk didalami dan kemudian diamankan apabila bukti sudah kuat serta mengadakan koordinasi dengan instansi terkait.

Jam13.00 WIB di Pujasera Desa Tropodo Kec. Krian Kab. Sidoarjo atas nama Sunarto ( diduga Anggota BIN Gadungan), diamankan oleh personel Unit Intel Kodim 0816/Sda dan Personel Posda Sidoarjo, selanjutnya yang bersangkutan dibawa menuju Mako Kodim 0816/Sda untuk pengembangan lebih lanjut.

Hasil pendalaman terhadap Sunarto, didapat bahwa dalam proses masuk menjadi anggota BIN peserta harus membayar sebesar Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah), bilamana tidak dapat membayar sekaligus maka dapat diangsur sampai lunas, selanjutnya bilamana pembayaran lunas peserta tinggal menunggu kaporlapnya yang akan dikirim oleh Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang Supeno (Ketua Divisi II BIN) kepada peserta.

Adapun barang bukti yang diberikan kepada peserta (diduga palsu), yaitu Keputusan KABIN tentang Pengangkatan Dewan Informasi Strategis Dan Kebijakan Badan Intelijen Negara adalah ID card / Lencana BIN, Surat Perintah Tugas Khusus, 1 buah kartu ijin pemegang senjata api, 1 buah KTA BIN palsu atas nama Sunarto.

Sunarto

Saudara Sunarto sudah 4 kali bertemu dengan Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang, 2 kali di Hotel Melati di daerah Solo bersama Saudara Hernowo (Warga Kediri pemilik CV. dalam bidang kontraktor), 2 kali di warung kopi di tempat pemberhentian bus tepatnya Bera'an Bandar kedungmulyo Jombang.

"Saya dijanjikan gaji dua kali lipat dari BIN dan perusahaan Swasta serta akan diangkat sebagai PNS" ujarnya.

KTA diduga palsu

Motivasi Sunarto bergabung sebagai anggota BIN, yaitu dapat gaji dobel (Gaji dari BIN dan dari perusahaan swasta) serta dijanjikan menjadi PNS.

Sunarto saat bergabung dengan kelompok Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang, diminta dana sebesar Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) dan dicicil selama beberapa kali dengan jumlah total kurang lebih Rp. 60.000.000,-

Korban dalam kesehariannya Sunarto bekerja sebagai mandor atau pengawas di proyek milik Hernowo yang saat ini berada di Kediri, namun sebelumnya bekerja sebagai sopir agen Aqua yang beralamat di Desa Betro Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo.

Sunarto mengaku bahwa pada bulan September 2019 akan dijanjikan oleh Drs. H. Imam Dofir, SE Bambang untuk mengikuti pendidikan di Malang/Madiun.

Biodata singkat anggota BIN gadungan yang didapat korban,

NIK : 3515070501760006
Nama : Sunarto
Ttl : Bojonegoro, 05 Januari 1976
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : RT 14 RW 04 Desa Sugihwaras Kec. Candi Kab. Sidoarjo Provinsi Jatim

Pendalaman pun dilakukan terhadap Sunarto dan pada Pukul 17.45 WIB berdasarkan nomer telpon genggam, pelaku kepada Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang yang saat itu berada di Solo.
Lalu penyelidikan berlanjut Pukul 20.00 WIB Sdr. Sunarto melaksanakan komunikasi dengan Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang yang berada di Solo, dengan harapan agar meluncur ke Sidoarjo.

Pada 23 Juli 2019 pukul 00.10 WIB an. Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang diamankan di area kedatangan terminal Bus Purbaya Bungurasih Sidoarjo setelah dilaksanakan pengintaian oleh personel Intel baik Satreskrim Polresta dan Kodim Sidoarjo, selanjutnya yang bersangkutan di bawa menuju Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Drs. H. Imam Dofir, SE

Berlanjut Pukul 00.45 WIB atas nama Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang tiba di Satreskrim Polresta Sidoarjo, selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan oleh personel Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo. Adapun barang bukti yang di amankan 1 Pucuk pistol air soft gun jenis revolver, 1 buah KTP an. Drs. H. Imam Dofir, SE (asli), 2 buah SIM (B1 & C) Palsu an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc, 2 buah KTP palsu an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc, 1 buah KTP an. Bambang Tri Handoko, 1 buah kartu ijin pemegang senjata api an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc dengan pangkat Irjenpol NRP 60100658, 1 buah KTA BIN palsu atas nama Firman Ariyanto, 1 buah KTA BIN palsu atas nama Drs. Bambang S, SH.
, Biodata singkat anggota BIN gadungan yaitu nama yang tercantum disana Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang S, SH, tempat tanggal lahir Nganjuk 07 Oktober 1965, berjenis kelamin : laki-laki, Agama Islam, Pekerjaan, Wiraswasta (Pecatan anggota Polri, Pangkat terakhir Aiptu, Dinas terakhir di Polda Lampung / Staf Dinas Hukum), beralamat jalan Bhayangkara Desa Rajabasa Raya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung.

Barang bukti Revolver soft gun 

Korban yang sudah mentransfer kepada Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc sebanyak Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah) dan belum mendapatkan Identitas / Kartu anggota BIN palsu dengan NIK 3514071512810002, Nama Samsul Bahri, tempat tanggal lahir Pasuruan, 25 April 1983, Jenis kelamin Laki-laki, Pekerjaan Wiraswasta, Alamat RT 03 RW 04 Dusun / Desa Coban Blimbing Kec. Wonorejo Kab. Pasuruan Provinsi Jatim.

Menurut keterangan pelaku motivasinya adalah setelah dipecat dari kedinasan Kepolisian mengaku sebagai anggota BIN untuk mendapatkan uang dengan target mayoritas masyarakat yang mengharapkan pekerjaan layak sebagai PNS.

Pelaku mendapatkan logo dan tanda tangan pimpinan BIN dengan cara browsing di internet, sedangkan lencana BIN dibeli di komplek pertokoan Pasar Senen Jakarta dengan harga Rp. 300.000, (tiga ratus ribu rupiah).

Saat ini pelaku an. Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo guna pengembangan lebih lanjut dalam mengungkap motif serta jumlah masyarakat yang menjadi korban. (Red)

Post a Comment

0 Comments