2020 Bali Menuju Era cyber City

kiri Ida Bagus Made Sutresna, tengah GD crew, kanan  Ida Bagus Agung Ludra

Kota Berbasis Cyber city adalah merupakan salah satu konsep kehidupan kota modern yang berbasis teknologi informasi, yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di seluruh dunia. 

Konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat melalui teknologi yang ada saat ini.

Wacana yang ada dan beredar luas di masyarakat tentang kebebasan mengakses informasi yang ada merupakan bagian dari masyarakat dunia modern, bangsa ini sudah saatnya menerapkan konsep cyber city untuk memenuhi kebutuhan warganya dalam mengakses internet secara lebih luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. 

Saat ini masyarakat Indonesia kini berada dalam abad informasi dimana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjalin pergaulan secara luas, baik secara nasional maupun taraf internasional. Penerapan cyber city juga bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dan membuat masyarakat akan semakin melek teknologi secara luas dan penggunaan Internet akan semakin besar yang tentu pergerakan ekonomi akan semakin berbeda kedepannya.


Crew Gatra Dewata

Pemasangan pemancar hotspot Wi-Fi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman-taman kota, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan.

Di Bali tahun 2020 akan semakin gencar mematangkan konsep yang benar-benar prestisius kedepannya, dan ini perlu dikawal bersama agar pengadaan secara berkelanjutan ini dapat terwujud di Bali.

Konsep one Island one Management yang digedor oleh Koster sebagai langkah selanjutnya Bali, merupakan langkah jitu dalam mengelola kue pariwisata Bali yang kian lama kian timpang. Kepala bidang pengembangan komunikasi publik Provinsi Bali Ida Bagus Agung Ludra berharap masyarakat cerdas dalam menggunakan media sosial. Mengingat banyak dampak dari penggunaan media sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

"Maka dari itu menjadi kewajiban pemerintah untuk mensosialisasikan bagaimana menggunakan  media sosial yang baik,’’ ujar Agung Ludra (29/7) kepada awak media Gatra Dewata siang itu.

"Bali sebentar lagi memiliki pelayanan satu atap, sebuah aplikasi yang dapat melayani kebutuhan masyarakat maupun pelancong untuk mendapatkan seluruh informasi tentang Bali" tambah  Ida Bagus Made Sutresna Kasi Pengelolaan Opini Publik Diskominfo Provinsi Bali.


kiri Ida Bagus Agung Ludra, kanan Ida Bagus Made Sutresna, 

Membangun Bali ini harus terintegrasi, satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu kebijakan, dan satu tata kelola, agar dapat mengikat Bali menjadi satu kesatuan utuh. UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur kewenangan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Sementara itu, tekanan otonomi ada di kabupaten. Meski ada Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang mengatur kewenangan antara provinsi dan kabupaten/kota, konsep itu tetap bisa dijalankan dengan pola satu jalur.

Dan segala penyalahgunaan media sosial maupun sesuatu yang berbasis informasi melalui internet, Diskominfo Provinsi Bali sudah mempersiapkan kerjasama dengan Kepolisian wilayah Bali, untuk ikut menjaga sistem Internet massal ini agar tidak menjadi sesuatu yang negatif di masyarakat nantinya.

Sebagai penutup pembicaraan dengan Awak media Gatra Dewata, Ida Bagus Agung Ludra menasehati kami agar "media tidak hanya terpaku hanya dengan berita saja, tetapi agar mampu menciptakan sesuatu yang unik yang dapat ditawarkan kepada pasar, agar dapat menciptakan pedapatan baru disektor pemberitaan media" (Ray)





























Post a Comment

0 Comments