SINAR DAN SUARA III


Sinar yang menggetarkan energi hidup meresap merangkai wujud berjenjang hingga mencapai kondisi wujud terakhir yang solid yang fisik hingga fisik terkasar, peresapan-perangkaian terhadap elemen-elemen yang tersedia dalam lingkungan tempatnya berada yang menjadi pentu utama perwujudan akhirnya, bahan bahan dasar yang disediakan lingkungan itulah dasar pijakan kekuatan maha hidup ituencapai wujud,  dengan kata lain : ketersediaan bahan mewujud yang menjadi faktor utama paling menentukan keragaman wujud bentuk yang  dicapainya

Jika lingkungan tempatnya berkembang menyediakan bahan pencapaian kesempurnaan maka tercapai lah wujud paling sempurna sesuai bahan yang menopang perwujudan kesempurnaan itu sendiri,  sedemikian hanya atas dualisme itu yang dapat mewujud sempurna oleh dua sisi yang sempurna itu saja, sama halnya ketika kita berbicara "kebenaran sejati" adalah menyangkut kesempurnaan yang mewujud, terwujud riatas dualitas tunggal  itu sendiri, dualitas itu kebenaran itu sendiri, yang berwujud pada baik berganti yang tidak baik

Halnya kematian adalah pasti bagi kelahiran,  yang mewujud menemui kehancuran, demikian prilaku baik buruk manusia menjalani siklus seiring surutnya kesadaran manusia atas kesejatian diri, kebenaran inilah yang perlu disadari,  sedemikian kita tidak bertindak gegabah karena ambisi ego spiritual justru berbalik menjadi bumerang kehidupan yang menyurutkan kesadaran akan diri sejati

Kita berbelok sejenak,  mengaitkannya kepada reinkarnasi,  jika paramaatman - lautan energi maha hidup yang tiada wujud  itu tunggal-hanya di bedakan oleh perwujudan-nya, lalu bagian yang manakah dari energi hidup yang tunggal itu leluhur masa lalu kita, tentu mereka tidak lagi berada disana karena yang dikatakan sebagai leluhur adalah keluhiran yang terlahir di waktu lampau dengan pencapaian kemuliaan hidup dimasanya, akan tetapi setelah meninggal ia menyatu kembali dengan sumbernya, wujud-wujud yang di temui di dimensi roh atau alam astral hanyalah memori yang tertinggal di dimensi wujud, dan keberadaan mereka ditopang oleh yang sama dengan yang menghidupi sadar kita, itu maka di maksud sisa dari percikan terkecil kekuatan atman pada manusia  diberikan kepada dewata

Yang bisa bertemu adalah mereka yang mencapai getaran yang sama dengan pencapaian masa lalu wujud tersebut, aat seseorang mencapai getaran setara dengan memori peninggalan  leluhur dimasa lalu,  bukankah diri itu bisa dikatakan orang yang sama dengan yang ditemuinya, hanya berbeda jaman,  sedemikian diri itu harus memodifikasi kembali capaian masa lalunya agar sesuai kebutuhan jaman,  bukan menyembahnya atau dijadikan sebagai kebanggaan,  mungkin bagi yang spiritualnya belum mencapai kematangan akan merasa itu sebagai kelebihan akan tetapi bagi yang sudah malang melintang,  semua itu justru menjadi pemderitaan bahkan malapetaka bagi hidupnya

Lalu bagaimana nasib kekuatan pencapaian yang pernah dicapai di masa lalu,  kekuatan pencapaian peninggalan masa lalu tersebut tidak akan banyak membantu kehidupan saat ini karena kebutuhan jaman telah berubah, semua bentuk pencapaian adalah yang bersesuaian dengan jaman, semisal  dijaman perang akan turun ilmu-ilmu untuk kebutuhan perang, karena focus getaran kesadaran hidup manusia bersesuaian dengan kondisi perang, sama halnya seseorang menjadi perenang dan penyelam tangguh karena lingkungan tempat hidupnya membutuhkan kemampuan seperti itu

Sekelumit penguraian diatas sebagai bahan pemenuhan intelektualitas,  kemudian melampaui, banyak sekali getaran pertanyaan di alam makro yang menyangsikan upaya pengamatan dan pelampauan bisa dijadikan harapan kebangkitan bagi  kehidupan lebih baik,  tentu saja tidak ada yang bisa meyakinkan mereka dan tidak ada yang ingin membuat mereka yakin, atau yakin sekalipun untuk apa dan bisa berbuat apa jika tidak memiliki cukup bahan dasar untuk manunggal, karena semua ini bukan permaian yang membutuhkan banyak pemain dan piguran,  tidak, yang dibutuhkan untuk memastikan perubahan hanya dua piramida dengan  keempat penopang sisi-sisi-Nya, jika satu piramida wimanah yang berporos di nirwana sudah terbentuk, maka yang dibutuhkan hanya satu piramida lagi dengan empat sisi yang akan menjadi poros alam wamanah untuk kaum wamanah

Sedemikian tidak ada ajakan, yang ada hanyalah penyadaran, jika tidak ada dari golongan itu berjuang mencapai poros penopang sumber pemenuhan kehidupan mereka, ya tidak apa-apa, tetaplah hidup dengan cara mengandalkan  uoah dari kemapuan spiritual, toh kehidupan tidak akan berhenti atau kiamat, namun demikian keraguan itu tetap dijawab sekedar untuk pemuasan keingintahuan,sekalipun tidak ada kewajiban hidup yang mengharuskan menjawab keraguan orang seperti itu, tpi status sinar suara ini salah satu jawaban

Mengamati sinar dari mata kebijaksanaan ditengah kening akan membuat pelaku merasa kesadaranya selalu berada di kepala di seputar otak, budaya pemakian udeng adalah salah satu bentuk pengejawantahan metode ini agar setiap diri merasakan tekanan dikepala dan kening,  dengan begitu kesadaran diharapkan selalu ditempat seharusnya,  satu lagi buah nyata disiplin meditasi pengamatan sinar di kening meningkatkan kecerdasan otak,  karena sumber daya manusia yang cerdas adalah modal utama kebangkitan, bukan oleh para pembebek

Mengamati sinar mengamati wujud tertinggi,  satu hal hanya dengan kesadaran yang kosong sinar itu tampak, kosong mengamati wujud tertinggi berarti tunggal yang tertinggi,  pengamatan sinar sebagai wujud tertinggi itu kepastian, karena penggalian spiritual membutuhkan kepastian dengan cara yang akurat dan logis,bukan sekedar menduga-duga, sebab membangkitkan kekuatan maha dahsyat yang tertidur di tubuh manusia bukan permainan, bukan sekedar untuk mencari nama besar mengumpulkan banyak murid, membuka selubung spiritual mereka lalu tanpa rasa tanggung jawab membiarkan mereka berkembang sendiri tanpa pengawasan, membangkitakan kekuatan mengandung bahaya yang dapat mengacaukan keseimbangan semesta, tindakan tak bertanggung jawab seperti itu akan merusak keteraturan tatanan semesta dan menjadi potensi kekacauan energi hidup yang pada gilirannya akan ditanggung oleh kehidupan itu sendiri, munculnya berbagai penyakit aneh bahkan bencana

Sinar kehidupan itu bergetar,  bersuara sesuai tingkatan alam tempatnya bergetar, suara itupun harus didengar untuk mengetahui perkembangan diri tanpa harus bertanya kepada orang lain, 
alam kelima berdebting suara harpa,  suara inilah yang dapat meruntuhkan kerak rasa di hati,  maya di hati takluk oleh capaian ini,  alam yang di bawahnya bersuara  biola lalu piano  seruling, lonceng, lonceng besar lonceng kecil, suara bagpipe terompet Scotland, alam terbawah bersuara seperri kendang roh indian, setelah kesadaran terasa seperti bulatan dikepala - meditasi suara bukan hanya menjadi petunjuk pencapaian akan tetapi kekuatan getaranya berubah sebagai penguarai elemen penopang wujud

Dijaman dahulu,  suara-suara dengan getaran tertentu digunakan sebagai pemecah batu, bahkan dengan penggetaran yang menetralkan daya magnet sehingga kondisi atmosfer disekeliling berubah seperti di ruang angkasa/anti grafitasi, sehingga batu batu sebesar rumah dapat berpindah dengan mudah, demikian pula di tubuh,  getaran energi pencapaian kesadaran tertinggi secara sistematis melakukan penyeimbangan di tubuh, bahkan peremajaan pun dilakukan jika dibutuhkan, dan perlu di garis bawahi apa yang terjadi di diri di tubuh di mikro-cosmos Jagad Alit berimbas ke Makrocosmos Jagad Agung

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments