SINAR DAN SUARA II


Yang tidak mewujud tidak dapat dikenali,segala sesuatu dapat dikenali atas apa yang mewujud, dari yang terwujud,  ketuhanan bermula dari wujud yang dikenali sekaligus sebagai yang mengenali,  tidak lain kesadaran sempurna manusia yang mengenali kedua sisi yang menjadi sadarnya,  yang dikenali dan mengenali adalah potensi berpengetahuan

Sebaliknya pengetahuan itu pula yang membingungkan-nya, kebingungan diantara tarik menarik apakah dirinya wujud atau bukan wujud,bila kondisi dualisme ini disimbolkan- berbentuk seperti gabungan dua segitiga yang masing-masing puncaknya menghadap sisi berlawanan, yang satu keatas dan satunya lagi kebawah,  sama-sama puncak akan tetapi berlawanan arah,  demikian terbentuknya kesadaran yang merupakan sumber segala sumber potensi berpengetahuan.

Jika yang maha sempurna berkehendak diatas kesempurnaanya, maka wujud kehendak sempurnaan itu mewujud sebagai mahluk paling sempurna berkesadaran sempurna,  yang sempurna berasal dari yang sempurna,  halnya hidup berasal dari yang hidup,  sedemikian KEBERADAAN hanya berasal dari yang ADA yang sekaligus menghidupi wujud keberadaan-nya

Akan tetapi bagi mereka yang memiliki darah Ksatria darah petualang kebenaran hidup, tidak akan puas hanya mengenal kesempurnaan berdasarkan teori, tidak akan pernah cukup kepuasan jika hanya sibuk berputar-putar pada teori, jika demikian ada baiknya nyemplung kedalamnya,  akan tetapi sebelum nyemplung bekali diri dengan kemampuan berenang,  bila perlu lengkapi dengan pelampung antisipasi tenggelam saat kelelahan berenang, tanpa maksud meremehkan apalagi merendahkan, 
sudah banyak orang sakti dan orang pintar bahkan orang hebat datang dan pergi di kehidupan ini, tetapi kedatangan mereka tidak terbukti membuat perubahan berarti bahkan sudah runtuh  sebelum melangkah, terpaksa berdamai dengan kekuatan yang lebih berkuasa yang menyodorkan kepentingan realistis

Misteri-misteri diciptakan, kejatuhan-kebangkitan direkayasa untuk kepentingan jangka panjang mengikuti dinamika ambisi yang mengemuka, mereka yang memahami kebenaran hidup itu menjelma menjadi makelar kekuasaan diatas kuasa, begitulah fakta nyata penerapan prima-causa di level kesadaran wujud,  misteri dan konspirasi hanyalah bumbu untuk mengubur dan mengaburkan kesepakatan dibaliknya

Kesaktian bahkan kecerdasan dijaman edan dibuat menjadi pecundang melawan kekuasaan orang-orang yang mencapai kebenaran tertinggi kesadaran wujud, pengetahuan mereka telah mencipta believe system sejak sebelum Masehi,  jauh sebelum agama Abrahamik lahir kedunia,  mereka sudah mencapai kesadaran atas kebenaran hidup yang selanjutnya dikembangkan sebagai sistem kehidupan ideal, dan kunci pengetahuan itu mereka rahasiakan di kalangan mereka, dan di terapkan di setiap  kepentingan

Sedemikian seluruh capaian kesadaran wujud entah itu kesaktian maupun kecerdasan tidak mungkin malampaui system yang mereka cipta, kemaha sempurnaan system semesta itu menutup celah pencapaian puncak prima causa yang sama di satu kehidupan, capaian itu sendiri memiliki dua kutub positif-negatif atau capaian dua sisi spirit-materi seperti puncak piramida menghadap kebawah dan yang berpuncak keatas,  dua sisi tunggal itu patokan baku pendalaman kesejatian hidup-apapun sebutan dan atau metode pencapaian piramida prima-causa tidak bisa menyimpang dari kesatuan dua segitiga yang saling melengkapi, yang mewujudkan kesadaran manusia di pusat penggabungan keduanya

Sehingga sebuah penggalian kesejatian hidup tidak memiliki kemungkinan kondisi mendua,  satu-satunya jalan hanya manunggal, jika tidak mampu manunggal maka pilihanya hanya berdiri di tengah-tengah, NRIMO sebagai kawulo sekalipun tsmpaknya sebagai Raja atas kehidupan pribadi akan tetapi tidak sepenuhnya demikian karena adanya penerapan sistem tak kasat mata yang membelenggu kehidupan fisiknya, dalam artian harus tetap  tunduk pada system yang diwujudkan pencapaian tertinggi masa lalu, itu pula yang memastikan sisa pilihan hanya menjadi individu mandiri di bawah kungkungan kekuatan pencapaian tertinggi masa lalu,  alias Kawulo Raja

Kesaktian apapun bentuknya adalah perangkat penopang yang asalnya dari kekuatan tubuh,  dengan kata lain mendalami kesaktian hanya sebatas  pencapaian keahlian wujud, tidak ada keterkaitan langsung dengan pencapaian kesejatian diri, karena perangkat wujud dimaksudkan untuk kebutuhan wujud, terminologi perangkat/alat bermakna fungsi  menopang bukan alat utama,  maka itu dikatakan "tan hana wong sakti sinunggal" karena kehidupan mewujud berdasarkan prinsip piramida prima causa, maha hidup tidak mungkin mewujud tanpa ketunggalan pada kedua kaki penggerak hidup itu sendiri,  itulah mengapa ada simbol piramida prima-causa berpuncak keatas dan mata tunggal ditengahnya, itu simbol capaian tertinggi kesadaran wujud

Entah apapun sebutannya apakah illuminati atau iluminium,  pada dasarnya mereka yang mengetahui kebenaran yang benar berkepentingan memilahara-menjaga dan menerapkan kekuatan pencapaian tersebut, manusia yang mencapai pengetahuan tertinggi memiliki seluruh potensi kelayakan menjadi dalang, dan sekalipun perlindungan atas kebenaran yang dikuasai itu mengharuskan mereka menebar ketakutan atas keberadaan kebenaran, itu semata-mata untuk melindungi kebenaran yang mereka miliki

Sedemikian ditahap ini politik menjadi sangat penting sebagai alat pengembang kepercayaan masyarakat, berbekal filsafat secara sistematis membangun believe system,  diupayakan secara terus-menerus hingga menjadi kebenaran yang dipercaya/kepercayaan, tanpa sepengetahuannya- psikologis manusia disuapi makanan yang mencengkeram sadar mereka dengan segenap rasa ketakutan

Yang dikenali dan mengenali berpotensi berpengetahuan gabungan dua segitiga yang berpuncak berlawanan, untuk mengurai gabungan dua segitiga penopang kesadaran itu,  diri harus melampaui wujud untuk manunggal tiada wujud, manunggal tanpa wujud bermakna melampaui seluruh wujud, melampaui seumpama upaya memisahkan sari dari makanan atau memisahkan hidup dengan yang dihidupi sedemikian kemanunggalan benar terjalani,  disebut melampaui karena faktanya "sadar murni" sekalipun masih tetap berada di dalam wujud

Setelah nunggal kesadaran dan tubuh terpisah, sadar yang rerpisah itu kembali turun berupaya kembali  menyelaraskan sadar dengan tubuh, untuk menyelesaikan sisa karma, bahkan menyelesaikan karma buruk semesta jika tersedianya moment, begitulah bukti nyata bahwa dualisme sekalipun telah melampaui akan selalu ada mengikuti,  inilah asal konsep yang di sebut sebagai nirwana

Nirwana itu sendiri adanya di kehidupan wujud , nirwana sendiri bermakna kesadaran murni yang berselimut wujud,hanya sampai disinilah hasil tertinggi pencapaian kesadaran tertinggi bisa dijelaskan, sebab tidak mungkin menurunkan yang tertinggi jika belum pernah manunggal pada kesejatianya,  dsn sekali mencapai ketunggalan walau hanya pada hitungan sepersekian detik-tetap sudah tunggal, dan yang selebihnya penyeimbangan dan capaian terwujud seiring menjalani kehidupan fisik

Jika sang pencapai kesadaran tertinggi memilih diam tidak melanjutkan sisa karmanya, tidak berupaya menurunkan capaian tertingginya ke kondisi fisik,  itu berarti ia hanya mngambil setengah jalan atau setengah putaran karma,  maka ia harus memutuskan menepi sebagai pertapa, karena dua sisi kehidupan itu adalah bandul penggerak pewujudan ketunggalan yang dicapainya, namun pencapaian tertinggi sekalipun  tetap bersesuaian sifat kelahiran yang didalamnya menyangkut karma dan lain sebagainya

Sekali lagi,
WUJUD tertinggi adalah sinar,  cahaya sinar ini menimbulkan getaran mewujudkan suara,  jika sinar adalah purusa maka suara adalah pradana,  jika sinar adalah akasa  maka suara adalah Pertiwi, itu berarti sadar bukanlah salah satu dari  itu, sadar dimuncul oleh keduanya oleh kehidupan yang terlahir dari jalinan kasih bapak dan ibu, dua kutub yang melahirkan sadar (kesadaran atas hidup), meme-bapa raganta-jati seperti simbol dua segitiga beradu dengan kesadaran sebagai mata tunggal di tengah di pusat penyatuan keduanya

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments