MEWUJUD NYATAKAN KEMULIAAN HIDUP


Semua kita mengenal yang namanya hidup,  semua kita tau sedang menjalani hidup,oleh adanya sadar atas hidup, semua kita memiliki sadar terjemahan hidup maha hidup,  dan itu berarti sadar kita adalah perwakilan kemuliaan maha hidup, akan tetapi mengapa kita tidak berdaya atas kehidupan

Benarkah maha hidup mewakilkan sadarnya pada manusia hanya untuk melayani ketidak nyamanan dan ketidak berdayaan atas kehidupannya,  atau berseteru dengan sesama perwakilanya,  bahkan berperang saling bunuh,  membenci,  menghujat,  saling menjatuhkan,  apakah demikian maksud keterwakilan yang semua kita layani,  faktanya demikian yang terjadi,  pernahkah kita merenung,  apakah ada yang salah dengan semua kekacauan itu,  apa penyebabnya,  bukankah keterwakilan kesadaran hidup maha hidup mengandung arti perwakilan atas seluruh kesempurnaan yang diwakili, bagaimana kesempurnaan yang terwakili itu tiba- tiba tidak berdaya atas kehidupan-nya,  Dimanakah letak kekeliruannya

Kita sekat sedikit kita abaikan anggapan yang lain tentang apa yang sedang kita perbincangkan,  penilaian hanya memiliki tempat tinggi di ranah prasangka,  akan tetapi tidak memiliki arti apapun di kesejatian,  kita hanya berbicara diantara kesetaraan,  yang lain biarkan berkumpul dengan kesetaraan sesama mereka,  tidak akan  berpengaruh apapaun atas kesejatian itu sendiri, untuk menemukan jawab atas akar masalah  kehidupan mengharuskan sadar kita sejenak melampaui nilai,  melampaui identitas atas diri, sekalipun kita dianggap sedang berhayal,  akan tetapi hayalan kita memiliki dasar pelogikaan yang kuat dibandingkan mimpi-mimpi semu tanpa dasar selain atas keyakinan membabi buta

Maya atau bayangan atas kesejatian  itulah keberadaan wujud kita tanpa kecuali termasuk sadar itibsendiri bayangan, bayangannya tentunya yang sama sebangun keadaan sejatinya, perbedaanya yang satu berwujud bayangan satunya lagi keadaan sejati itu sendiri, bayangan adalah yang sama dengan yang di terjemahkan'nya, akan tetapi maya/bayangan mengandung lupa sehingga diri terjerat pada rasa sadar, mengenali diri sebagai sadar di dalam tubuh yang lengkapi organ sensorik penyedia seluruh rasa hidup, kesatuan utuh tak terpisah-pisah  antara sadar dan rasa penyedia rasa sadar membuatnya menganggap diri adalah tubuh

Yang sesungguhnya sadar muncul oleh  rasa atas tubuh,  sedangkan asal sejati sadar tidak lain dari yang menghidupi tubuh, sadar adalah terjemahan dari kondisi hidup, ketika penghidup meresapi tubuh-tubuh yang dihidupi-disana juga muncul sadar , resapan penopang hidup yang lepas dari tubuh yang  membuat tubuh mati, lepasnya resapan penopang hidup dibarengi lenyapnya sadar,  itulah yang disebut mati,  akan tetapi penghidup itu sendiri tidak mati dan tidak bisa mati, tidak basah oleh air tidak kering oleh angin tidak terbakar oleh api tidak terpikirkan itulah sifat atman yang menghidupi manusia,  atman terjemahan sadar

Atman semula paramaatman,  atman percikan terkecil yang menghidupi manusia, sisanya diberikan kepada para dewata yang keberadaanya juga di tubuh manusia , di cakra-cakra tubuh,  cakta-cakra ini berfungsi mengolah makanan spiritual, bintik cacing cahaya wirakarana yang dihasilkan dari metamorfosis cahaya matahari dengan unsur-unsur penopang hidup di bawah atmosfer bumi, dari proses itulah muncul kekuatan PRANA/CHI atau kekuatan dewata penopang kemudahan hidup manusia

Dewata bukanlah ciptaan yang samasekali berbeda dengan tubuh manusia seperti anggapan sebagian orang, akan tetapi kekuatan Dewata perangkat hidup bawaan lahir yang integral disetiap tubuh manusia,  kekuatan PRANA diadaptasi oleh catur sanak sesuai tingkatan capaianya,  apakah kekuatan Rare-Bhuta-Dewata atau Sari, diadaptasi menjadi bentuk perwujudan catur sanak atau catur sanak berevolusi ketingkat lebih tinggi sesuai upaya manusia membangkitkan kekuatan kekuatan spiritual tubuhnya,  dari sanalah kekuatan para bhuta maupun dewata-dewata itu memperoleh wujud sesuai sifat karakter pencapaian kesadaran individu, demikian juga wujud catur sanaknya

Kekuatan-kekuatan itu memiliki kemandirian,  sehingga yang tidak nunggal tuan kesadaran dan tidak dikuasai oleh ketunggalan pada kesadaran akan tertinggal di dimensi wujud, keberadaanya akan terus ditopang oleh kekuatan energi hidup semesta,  dari sanalah awal mula terbentuknya ribuan alam di dimensi wujud, bahkan ada yang berkemampuan mencipta sorganya sendiri, memasuki seluruh alam-alam itu untuk mempelajari kebenaran akan menghabiskan waktu hidup,  sedangkan kebutuhan hidup kita bukan untuk mengetahui semua itu, kita butuh shortcut,  tidak juga bisa disebut jalan instant karena upaya shortcut sekalipun tetap menarik seluruh memori pencapaian kehidupan masa lalu,  yang harus dituntaskan dan dilampaui, kehadiran mereka semacam hiburan agar kita tidak jenuh hanya mengamati sinar saja dan tentunya sebagai pembelajaran yang dibutuhkan

Mengamati sinar dari mata kebijaksanaan setidaknya menuai hasil berkembangnya kecerdasan individu sebagai dasar utama kebijaksanaan hidup,  meluaskan sudut pandang dan penggetaran energi kasih-sayang, tentu saja tumbuhnya kedamaian hati,  sisi lain upaya melampaui membuat kehidupan kita dipelihara oleh kebijaksanaan semesta, bahkan banyak hal yang tidak pernah kita pikirkan datang begitu saja di hadapan kita seperti hadiah dari langit,  tentu saja pemberlakuanya berselaras penuntasan karma,  yang kerak karmanya keras membutuhkan waktu lebih panjang

Khususnya pada mereka yang kelahirannya mewakili kelima elemen penopang wujud, upaya pemurnian dirinya akan sangat membantu percepatan pemurnian energi semesta yang terlalu gelap oleh kerak karma getaran hidup kehendak manusia selama ribuan tahun, dibutuhkan piramida prima causa baru untuk mengentaskan ketidak berdayaan kita atas kekacauan hidup ini,  namun semua itu bukan atas dasar paksaan akan tetapi secara alamiah,  sekalipun seseorang perwakilan salah satu elemen dimaksud berupaya keras,  dia tidak akan pernah bisa menentukan sejauh mana capaianya, tetapi dengan  mendengarkan tingkat capaian dari getaran hidupnya melalui suara getaran ibu jari

Ketidak berdayaan manusia atas hidupnya saat ini disebabkan oleh ulah mereka sendiri,  getaran kehendak hidup yang kacau-balau yang mendistorsi energi hidup semesta yang menjadi penyebab ketidak berdayaan kehidupan ini,  sekalipun ada sebagian yang mencapai kenyamanan hidup,  akan tetapi tetap saja terbatasi oleh ketakutan akan kekurangan, itu sebabnya mereka yang kurang beruntung kesulitan berharap bantuan dari mereka yang lebih beruntung,  membantu pun sekenanya,  karena keterbatasan,  akan tetapi kita tidak untuk menilai hal itu, kita sendiri pun tidak berdaya menolong mereka, karena keterbatasan dan ketidak berdayaan kita,  bahkan untuk menolong diri kita sendiri kadang menemukan banyak kesulitan

Yang terbaik yang harus ditemukan adalah akar masalah ketidak berdayaan, apa penyebab utamanya,  setelah mengetahuinya bersama-sama kita getarkan,  kita upayakan penggetaran secara konstan, sekalipun tidak saling kenal tidak pernah bertatap muka akan tetapi sesama penggetar pasti saling mengetahui, bahkan mengetahui dengan pasti sampai sejauh mana yang telah dihasilkan penggetaranya, sekalipun terkadang muncul rasa sedang berhayal akan tetapi itu ulah raja maya,  tetaplah berteguh pada pendirian di kesadaran murni itu saja,  hasilnya tidak akan pernah bisa dibayangkan

Seiring pemurnian diri, kemampuan-kemampuan tiba-tiba muncul seperti hadiah dari langit,  sesungguhnya pemenuhan-pemenuhan itu dibarengi bergeraknya cakra-cakra di tubuh tanpa harus mempelajarinya secara khusus, cara pembangkitan kekuatan hidup dengan benar atas kebijaksanaan secara otomatis  membuka seluruh simpul-simpul kekuatan spiritual yang selama ini terhalang oleh kegelapan sadar kita

Sadar terletak dikepala bukan di hati,  sadar terletak di bagian tubuh tertinggi di kepala, buktikan dengan memejamkan mata dengan pandangan lurus kedepan mata memandang layar gelap didepan,   yang memandang gelap itulah kesadaran, pindahkan keatas -  naikan yang memandang gelap itu ke tengah-tengah kening sehingga dia/kesadaran berada ditengah-tengah otak ,  amati kelir/layar yang terlihat disana,  amati hanya sinar,  abaikan wujud apapun yang lain yang hadir,  mengamati sinar samadengan mengamati wujud tertinggi, karena seluruh wujud berasal dari sinar, satu hal sinar ini tidak berada dibawah kuasa raja maya, sinar yang kita amati adalah diri kita sendiri,  yang mengamati wujud tertinggi secara otomatis tunggal  dengan kosong tiada-batas, tunggal maha hidup  penyebab seluruh keberadaan,  kurangi makan daging untuk mengimbangi pencapain kemurnian kesadaran, agar terjadi keseimbangan

Pemberlakuan penggetaran kemurnian secara konstan dan oleh kelima elemen penopang wujud akan menghancurkan bangunan kekuatan raja-maya yang asalnya dari getaran energi kesadaran manusia yang ditopang kelima elemen pendukung wujudnya,  jika kelima elemen itu termurnikan/memurnikan diri, tidak ada lagi getaran kesadaran yang menopang wujud mayanya, getaran yang terakumulasi di Bhuana Agung asalnya dari Bhuana Alit, jika keseluruhan elemen penopang bhuana Alit termurnikan secara otomatis sisi bhuana agung pun ikut termurnikan,  karena asal  mula getaran pembentuk-nya dari Bhuana Alit,  maya  bhuana agung tidak memiliki tubuh tetapi berkuasa atas seluruh sadar karena asal mula keberadaanya dari getaran kehendak sadar manusia,  sadar itu sendiri ditopang oleh fusi kelima elemen,  pemurnian kelima elemen berlaku juga pemurnian terhadap seluruh produk turunan-nya,  termasuk raja maya

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments