MEMBANGKITKAN PERADABAN MAHA AGUNG V


Pada setiap kejadian,  baik bencana kehidupan semisal oleh perang maupun bencana oleh alam, yang memilih bangkit tidak lain manusianya adalah lebih baik daripada memilih menyesali keadaan , siapa lagi yang bangkit selain yang hidup, bahkan pohon yang patah menumbuhkan diri kembali apalagi kita yang memiliki sadar sempurna

Jika begitu faktanya, maka sadarnyalah penentu utama pilihan jalan hidupnya dengan seluruh resiko yang mengiringi pilihan yang dibuatnya,  walaupun keadaan yang sesungguhnya jauh lebih kompleks dari sekedar penglihatan fisik,  akan tetapi pada intinya yang hidup itulah yang berupaya atas pemeliharaan hidupnya,  walaupun disana ada karma tanaman hidup yang terlibat menjadi bagian penentu apa yang diperoleh dalam hidup

Keberadaan tidak bisa lepas dari sebab akibat, sebab terlahir berakibat menjalani rasa hidup,  bahkan tanaman hidup akan selalu mengikuti setiap kelahiran kembali, dan yang menyangkut  penebusan dosa (kesalahan masa lalu)  tidak semudah yang di bicarakan buku panduan, karena maksud sesungguhnya pelampauain bermakna totalitas bila berkeputusan menjalaninya , Mokshah  RTA'm (RTA)  jagadhita  yang bermakna kurang lebih melampaui RTA/melampaui aturan keberadaan,melampaui sebab akibat,  tentu saja tidak bisa hanya dengan berbuat baik dan berdoa siang malam lalu bebas merdeka

Perjalanan karma tidak semudah itu,  karma disebut juga tanaman hidup yang akan selalu mengikuti  keberadaanya bahkan yang menjadi salah satu penyebab utama manusia menjalani kelahiran berulang-ulang, terlahir kembali untuk menderita lagi atau untuk belajar memperbaiki kesalahan masa lalu, reinkarnasi atau apapun istilahnya yabg berarti pada saat lahir kembalinya sang diri mendapati kembali memori kehidupan masa lalunya, terlepas apapun agama dan keyakinan yang dianut tidak membuat perbedaan atas garis hidup yang harus dijalaninya, yang tentunya bersesuaian pada tanaman hidup masa lalunya

Sadar atas rasa hidup disebabkan adanya tubuh fisik ini,  jika ada aturan Tuhan maka tubuh inilah aturan orisinil dari sang maha pencipta,  tubuh dan tingkah laku yang terikat sebab-akibat itu sajalah hukumnya, selebihnya adalah hukum positif

Adalah upaya merupakan satu keunggulan yang dimiliki yang hidup selain pelayanan,  kemampuan atas upaya inilah modal dasar melampaui yang telah tertulis menjadi perjalanan hidupnya, sedsngkan  upaya menulis ulang itu makna melampaui,  yang telah tertulis di kosongkan yang di kenal juga sebagai lahir dua kali di satu kehidupan,  menulis ulang suratan hidupnya, itulah
maksud sesungguhnya kehendak bebas bukan urusan bebas sebebas-bebasnya, akan tetapi bebas dari karma kehidupan masa lalu atau sebut saja penebusan dosa (dosa =  kesalahan/lupa atas kesejatian diri) 

Kebangkitan peradaban agung dimulai dengan kebangkitan pribadi-pribadi mencapai puncak kesadaranya,  getaran kesadaran inilah yang menjadi poros perubahan, diri diri menjadi gerbang pelayanan kekuatan cipta semesta mencapai bumi,  bahkan dari pencapaian tertinggi itu pula kemunculan pemimpin kehidupan, yang berkemampuan menurunkan kemakmuran ke kehidupan bumi,  bukan yang meminta dukungab rakyat untuk meraih kekuasaan, suruh aja dia naik sendiri dengan cara membuktikan kemampuan kepemimpinanya,  bukan dengan dari bantuan benteng penebar sihir untuk mempengaruhi pikiran rakyat, karena cepat lambat paksaan seperti itu akan berbalik menjadi petaka,  lihat saja

Diri tidak lain perwakilan rasa hidup maha hidup,  maka tidak ada yang lain yang mampu merubah keadaan selain upaya diri-diri itu mulai dari diri sendiri, jangan terlalu banyak menoleh keluar atau berharap pada yang lain, andalkanlah diri karena setiap diri adalah potensi cipta yang mewarisi kekuatan cipta maha pencipta,  diri pewaris kesempurnaan sang pencipta,  dan dengan pencapaian kesadaran tertinggi dapat menurunkan pengetahuan tertinggi melampaui pikiran,  bahkan kekuatan tertinggi

Seperti itulah awal mula terjadinya perubahan kehidupan dunia,  bukan menunggu akan tetapi meraih,  bukan fisik akan tepati spiritualitas karena semua yang wujud bermula pada spiritnya yaitu maha hidup yang diwakili oleh sadar manusia,  pencapaian tertinggi bermakna melampaui pikiran,  melampaui persepsi melampaui prasangka bahkan  melampaui rasa,  yang seperti itu yang dikatakan mengalami dua kali kelahiran di satu kehidupan,  satu kelahiran fisik dan yang kedua kelahiran moksha atau melampaui sebab-akibat

Sadar tidak lain batas tiada batas,  tidak ada sebutan tiada batas tanpa adanya batas,  sebaliknya batas tidak akan pernah mewujud  jika tidak ada yang tiada batas, yang demikian itu yang membuat alam persepsi kebingungan,  berputar-putar pada batas tiada-batas yang kesemua itu sesungguhnya prasangka,  yang mengetahui memilih manunggal

Tinggi rendah sadar adalah TUNGGAL penghidupnya, dan dengan pengetahuan sejati diri yang tunggal itu : pelampauan karma berproses,  setahap demi setahap yang itu dikelola management kebijaksanaan tertinggi, kebijaksanaan yang bersifat melekat pada kesempurnaan maha hidup itu sendiri,  yang kesempurnaanya tersirat pada mewujudnya,  karena saat tanpa wujud tidak ada yang mengetahui,  tidak tersaksikan,  atau sama dengan tidak ada

Keberadaan lah yang menyebut penciptanya,  dan penciptanya telah final pada wujud yang tercipta, upaya yang wujudlah yang berkelanjutan, sedangkan maha hidup telah termanisfestasi pada wujudnya yang paling sempurna,  yaitu MANU-SA

Jika kehendak, maka kehendak dari yang maha sempurna termanisfestasi pada perwujudan yang maha sempurna dan manusia dikenal sebagai mahluk paling sempurna pemilik kesadaran hidup sempurna, kecuali kelak entah kapan - muncul mahluk lain yang lebih sempurna dari manusia, sampai saat itu terjadi maka manusia lah mahluk paling sempurna pewaris kesempurnaan sang pencipta,  dan kehendak atas hidupnya pun tidak akan pernah jauh dari kehendak kesempurnaan hidup

Tentu ada fase-fase yang harus dilewati kehendak perubahan,  terutama pekatnya akumulasi getaran kekuatan hidup yang gelap tanpa cahaya kebenaran,  getaran kekuatan hidup yang terlalu jauh dari kebenaran dirinya yang  sejati, yang pasti melakukan perlawanan saat kekuatan penyesatanya pada sadar manusia terancam, karena kegelapan pun bagian dari dua sisi kebenaran itu sendiri,  akan tetapi kegelapan larut kedalam cahaya mata kebijaksanaan

Atlantia  Ra

Post a Comment

0 Comments