MEMBANGKITKAN PERADABAN MAHA AGUNG II


Setiap diri adalah energi hidup yang menggetarkan kekuatan hidupnya, dan pengetahuan yang memggelayuti sadarnya sangat berpengaruh terhadap kehidupan diri bahkan kehidupan mikro, akumulasi getaran energi hidup  sesuai pengetahuanya  itu yang mencipta jaman membentuk keadaan hidup,  sehingga apapun kondisi yang dijalaninya adalah ulah yang hidup itu sendiri,  lalu atas kebenaran yang diyakininya mereka memilih saling menyalahkan apa yang mereka wujudkan bersama-sama

Jika manusia mengklaim ber-Tuhan maka seluruh kondisi dunia yang carut marut inilah pemenuhan yang di kabulkan oleh Tuhanya yang tidak lain  akumulasi kekuatan hidup yang mereka GETARKAN bersama-sama,  akan tetapi sebagian berusaha ingkar dan menuduh oknum yang melakukan,  oknum penyebab teejadinya petaka hidup, dll sesuai kemampuannya berprasangka,  akan tetapi yang sesungguhnya apa yang digetarkan oleh yang hidup kembali kepada sang penggetar berwujud keseluruhan rangkaian suasana kehidupan

Jika dianalogikan mirip seperti radio atau televisi, siaran yang terlihat dan terdengar sesuai chanel yang dipilih,  demikian energi hidup manusia memiliki sub-sub seumpama frekwensi getaran energi  tak terhingga, dan gelombang getaran hidup yang dipancarkan pikiran manusia itu yang menyiarkan seluruh kondisi kehidupan secara makro,  jadi tidak benar semua itu salah sebagian dan benar sebagian,  yang benar adalah apa yang digetarkan kembali pada sang penggetar, sesungguhnya seluruh yang hiduplah penentu utama suasana kehidupan sesuai apa yang mereka getarkan,  sesuai pengetahuanya maka kehidupan seperti itulah yang dijalaninya atas pilihan yang hidup itu sendiri

Buktikan saja perseteruan dan saling klaim kebenaran akan terus terjadi dalam waktu yang tidak ditentukan, mereka akan terus saling klaim atas kebenaran miliknya yang paling benar, jangankan manusia, Tuhan-Tuhan merekapun tidak sanggup melerai,  jadi biarkan saja, jadikan tontonan sambil bersorak jika banyolanya menghibur ,  apa salahnya, toh mereka sendiri yang mempertontonkan kekonyolan mereka

Bagi yang sadar yang telah melihat penyebab utama kekacauan hidup ini tau apa yang harus dikerjakan,  tidak ada yang instant setidaknya berupaya ikut memutar cakra DHARMA sebagai penyeimbang agar kekacauan energi hidup tidak terlalu berkuasa atas kehidupan ini,  setidaknya untuk lingkungan sekeliling atau bahkan yang lebih luas di Nusantara,  hanya itu yang bisa diupayakan untuk sementara waktu,  sebab merubah yang berlangsung ribuan tahun tidak semudah membalik daun kelor

Halnya Pandawa dan Korawa adalah sifat,  sifat angkara diwakili seratus yang lima perwakilan sifat baik, seumpama empat sisi segitiga  piramida mewakili keempat elemen penopang wujud dan satu puncak adalah fusi, itu sudah cukup untuk mengatasi kekacauan semesta

Lupakan kosong atau suwung, itu masih ulasan persepsi perjalanan spiritual anak TK,  sebab yang sejati bukan demikian, jika masih ada suwung dan penyaksi suwung itu berarti masih ada dua bagian belumlah tunggal, yang sejati bapa-ibu raganta jati, bapa Poros hidup - ibu penterjemah rasa hidup dan ditengah-tengahnya ada SADAR yang itu bermakna TUNGGAL tidak ada beda, kesadaran murni tidak lain kosong/suwung yang sekaligus terkungkung rasa atas wujudnya,  sadar itu kosong suwung yang mengejawantah atau mewujud karena adanya tubuh penterjemah rasa hidupnya,  kosong/suwung itu sendiri tidak lain  perwakilan hidup maha hidup yang notabene yang dikenali sebagai  suwung itu sendiri,  suwung tidak lagi sepenuhnya suwung karena ia telah menyadari keberadaanya atas wujud terjemahan rasa hidupnya

Lebih tepatnya NIR - WANA,  nir yang bukan (bukan wujud)  atau kosong/suwung sedsngkan wana adalah yang wujud adalah tubuh penterjemah rasa hidup,  dan sampai kapanpun yang hidup tidak lepas dari kondisi dimaksud,  karena ketika wadagh musnah sadar pun lenyap,  dan hanya saat terlahir kembali dapat menemui memorinya,  bukan di kehidupan setelah mati karena disana hanya memori yang bergentayangan karena sudah tidak memiliki tuan atau wadah yaitu fisik penterjemah sadar

Di saat mendapati sadar inilah kemuliaan,  mulia sebagai benih hidup  perwakilan sadar maha hidup,  mulia karena saat sadar ini mengalami derita dan bahagia, suka-duka-lara-pati, melayani rasa yang tiada batas,  terombang ambing dalam keraguan,  ketakutan bahkan kepanikan, begitu kompleks,  dan tidak ada satupun yang dapat menolong sang individu selain penguasaan dirinya sendiri,  uluran tangan hanya sebatas support mental berupaya menyenangati/memberi spirit,  selebihnya tergantung pada si individu itu sendiri

Pun,
pada titik swaha  atau fakta kemandirian pribadi pribadi itulah menjadi penting adsnya sosok yang mencapai kesadaran tertinggi, haknya frekwensi radio,  pencapaian tertinggi itu menjadi poros gantungan yang kokoh bagi setiap individu,  terlepas dimanapun tingkatan getaran energi hidupnya,  karena yang dimaksud pencapaian tertinggi adalah yang berada diseluruh alam,  atau raja dari segala raja,  ia yang berada merajai diseluruh tingkatan alam yng itu berarti yang tunggal, jika demikian itu yang terjadi maka hanya berarti satu, ketika pengetahuan tertinggi diturunkan maka tinggal menunggu waktu perubahan,  dan setiap individu akan menjadi saksi-saksi perubahan dimaksud sesuai tingkatan evolusinya,  karena sifat yang tunggal itu meresap merangkai,  uta prota

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments