KESEJATIAN YANG TERLUPAKAN


Tidak ada kewajiban hidup menuhankan pengetahuan setinggi apapun pengetahuan yang dicapai seseorang, menuhankan pengetahuan seperti itu merupakan kekonyolan hidup, sekalipun itu dianggap aturan Tuhan, jika benar benar dibutuhlan aturan khusus dari Tuhan untuk mengatur agar terjadi keteraturan di kehidupan,  lalu mengapa semesta raya dapat bergerak pada keteraturan yang sempurna tanpa aturan khusus seperti dimaksud,  bukankah semesta akan kacau balau saling membentur satu sama lain seperti yang terjadi di kehidupan manusia jika tidak ada aturan dimaksud, terbukti hingga kini semesta tetap ada jauh sebelum manusia menginjakan kaki di muka planet bumi

Begitulah EGO atas kesempurnaan  sadar itu sendiri berpotensi mengacaukan keteraturan yang sesungguhnya tidak perlu dipertanyakan yang artinya jika seseorang mencoba mendikte kehiduoan manusia apalagi mengatas namakan Tuhan sama dengan meragukan kesempurnaan maha pencipta itu sendiri, demikian selanjutnya keraguan prasangka manusia membuka jalan bagi kegelapan menguasai kehidupan manusia di muka bumi, prasangka ego yang tidak terkendali yang membuat  manusia kehilangan sadar atas kesejatian diri

Tidak ada penyebab kegelapan hidup selain kehilangan kebenaran atas sejati diri,  kemuliaan diri yang terlupakan penyebab utama kacau balaunya gerak langkah kehidupan dan pada saatnya kelak si penyebab menjauhnya sadar manusia dari kesejatian diri adalah yang akan menanggung dosa kesalahan dimaksud, apakah perseorangan atau kaum  itu yang akan menjadi menanggung penderitaan terberat sama sebangun berat pemderitaan yang ditimbulkan-nya atas kehidupan manusia bumi,  dan ketahuilah penerapan  hasil perbuatan/karma tidak bisa dihindarkan bahkan oleh anak Tuhan sekalipun,  demikianlah kebenaran yang sejati,  tidak mudah mewakili rasa sadar maha hidup yang didalamnya mengandung kompleksitas yang melampaui prasangka

Kesempurnaan sadar dengan mudah mengenali kegelapan hidup,  akan tetapi tidak mudah mengetahui akar masalah penyebab kegelapan dimaksud,  bahwa kehidupan selalu menemui jalannya sendiri pada keteraturan sistematis atas kesempurnaan yang menyertai wujud-wujudnya,  karena seluruh wujud itu tidak lain maha hidup yang mewujud sesuai sampulnya,  kemaha sempurnaan asal mula seluruh wujud itu mengandung arti keteraturan atas kemaha sempurnaannya bersifat integral pada  wujud-wujudnya,  Yang itu bermakna satu tidak dibutuhkan keterlibatan penetahuan ego untuk mencipta keteraturan hidup, sama sebangun tidak dibutuhkannya aturan  khusus untuk menlaksanakan keteraturan semesta raya karena keteraturan sendiri bersifat melekat pada setiap wujud-wujudnya

Sadar atas kesempurnaan manusia itu sendirilah yang paling bertanggung jawab menjadi pengacau utama keseimbangan energi alam terutama mengacau energi kehidupan manusia,  sehingga kehidupan manusia terkungkung tanpa daya di dalam kegelapan yang mereka ciptakan sendiri

Pun begitu kebenaran tidak pernah mati,  akan selalu lahir manusia-manusia yang mengingatkan kembali kemuliaan diri agar manusia lain kembali kepada kesejatian dirinya, tentu saja semua itu tidak mudah karena akan selalu ada perlawanan  karena pengingkaran atas kesejatian dirinya sudah berlangsung hampir diseluruh hidupnya dan energi kegelapan yang menguasa atmosfer kehidupan sudah demikian pekat oleh akumulasi energi manusia selama ribuan tahun lamanya

Energi kegelapan hidup dari yang bertuan diri yang sadar dan yang berada di dimensi  ruh memori yang sudah tak bertuan itu bersinergi saling mendukung menguasai dimensi wujud, lalu sebagian lagi berteriak-teriak menyuarakan perubahan,  tanpa mengetahui akar masalah yang harus dituntaskan sebelum bermimpi menginginkan perubahan

Begitulah kerumitan yang kompleks menyangkut penyeba  berkuasanya kegelapan hidup,  bahkan kerak karma yang telah mendarah daging seperti itu tidak pernah mudah dibersihkan apalagi dihilangkan,  karena disamping sadarnya yang mulia ada ikatan karma yang menjadi pementu utama pilihan hidup yang di dapatinya,  maka dari itu akan selalu terjadi dualisme di kehidupan antara penuhan kebenaran paradox dan yang sadar kebenaran diri yang sejati

Bekerjalah kamu tanpa mengharap hasil karena aku penentu hasil,  yang itu bermakna agar egomu tidak menguasai sadar karena sadar yang dikuasai ego akan membuatmu terjatuh ke lubang gelap tanpa dasar sebagai penyebab kekacauan kehidupan manusia

Atlantia  Ra

Post a Comment

0 Comments