"KELEPASAN MENUJU KESADARAN NIRWANA"


Kelepasan merupakan upaya melampaui seluruh wujud, memisahkan sari dari makanan, inilah upaya yang benar mencapai kesejatian atau menyatu Tuhan atau berketuhanan, mencapai kondisi nirwana,  nunggal dengan sang penyebab, tidak ada perjanjian tidak ada perwakilan selain tunggal pada pelayanan hidup

Setiap diri sebelum mencapai kelepasan tidak bisa menghindar dari kekuasaan maya, karena maya itu kekuatan penguasa seluruh wujud,  maya itu sendiri dualisme tunggal kesadaran, dia sisi lain kesadaran  manusia, kekuatan maya ini kurang lebih perekat antara tubuh dan penghidupnya,  maya pembatas antara wujud dan yang bukan, ia ada dan tiada, ia ghaib yang berkekuatan,  yang berkuasa atas wujud,  ia kekuatan tertinggi sekaligus yang terendah, ia seluruh yang berkekuatan, sama memyeruapai sadar itu sendiri,  akan tetapi maya tidak bisa mencapai nirwana,  maya tidak mencapai kesadaran atman,  karena poros maya  pada  pada tubuh, sedangkan diri berposisi pada atman

Dualisme tunggal kesadaran ini juga disebut wamanah ikatan kesadaran materi dan wimanah kesadaran  tunggal atman, spirit atau kekuatan hidup menyangkut maya, seluruh kekuatan berafiliasi maya, segala sesuatu yang orientasinya masih kesadaran wujud berada di bawah kekuasaan maya, yang tidak terjangkau kekuasaan maya hanya kesadaran atman/kesadaran murni,  karena maya bukan sadar akan tetapi mempengaruhi sadar sekaligus  dipengaruhi oleh keberadaan sadar,   dia adalah seluruh kekuatan penopang hidup itu saja, dia dua kaki-kaki segitiga - sang penasehat kebaikan dan pembisik kejahatan,  sedemikian kanuragan atau kedharman sekalipun masih berada dibawah kekuasaan maya

Satu-satunya untuk mencapai kesadaran murni hanya dengan cara melampaui wujud,  tentu saja upaya ini tidak akan di biarkan begitu saja oleh Raja-Maya,  dia akan mendatangkan ketakutan yang tidak terbayangkan untuk menghentikan langkah penggalian, akan tetapitetapi- seperti yang kita tau - ketakutan itu tidak lebih hanya permainan rasa, sedangkan rasa bukan diri, tetapi yang disodorkan oleh tubuh,  dengan begitu berpeganglah  bahwa rasa milik tubuh bukan milik sadar,  sadar hanya yanh ada disana mengendarai tubuh dan melayani segenap rasa yang disodorkan tubuh

Sekali lagi semua ini hanya sebatas pengenalan, saat menjalaninya - semua teori mendadak hilang oleh kepanikan, karena independensi kekuasaan maya atas wujud dapat menggerakan seluruh perangkat tubuh secara bersamaan dan diwaktu yang sama, mungkin seperti itu rasa menjelang kematian,  tetapi diri harus tetap tegak pada sadar, karena maya sendiri tidak berkuasa pada kemurnian sadar,  yang dilakukanya hanya provokasi,  intimidasi bahkan rayuan,  tujuanya hanya satu - agar sang diri menghentikan langkah MANUnggal,  dalam artian dialah satu-satunya kekuatan penghalang manusia agar tidak bisa mencapai kesejatian diri

Ragantajati atau diri sejati itu berdiri sendiri - samasekali bukan maya,  sadar yang mengesankan identitas diri itu mayanya-yang membuatnya membayangkan tentang kehidupan di atas wujudnya,  Diri sejati itu yang tunggal - sadar yang potensi pengetahuan  itu yang tertinggal di dimensi wujud, pengetahuan tertinggi itu bukan pengetahuan tulisan belaka,  akan tetapi mereka mengandung maya kekuatan tertinggi wujud , sebab asal mula yang menghasilkan pengetahuan tersebut adalah kesadaran tertinggi, disisi lain kesadaran tertinggi itu sendiri maya tertinggi,  sedemikian diri mutlak melampaui kesadaran miliknya untuk bisa melampaui seluruh wujud,  sehingga diri dan sadarnya terpisah, karena sadar itu wujud maya sisi lain kesejatian,  diri sejati yang mengamati sadarnya

Diri sejati tidak mengenal dualisme,  dualisme disodorkan oleh maya,  sadar yang menilai keberadaan dualisme,  dualisme itu sendiri-merupakan penyedia identitas diri- berwujud sadar-sehingga hidup mengetahui dirinya,  tanpa maya tidak ada diri,  tanpa wujud tidak ada sadar, tanpa wujud -  ia hanya lautan energi yang bersifat tunggal, sedemikian wujudlah yang berbicara tentang semuanya,  tidak ada yang lain selain yang ADA yang menjadi,  yang tidak ada tidak akan pernah ada yang itu berarti pasti tidak akan  pernah menjadi apapun,  artinya lagi tidak akan pernah mewujudkan apapun selain sebagai yang tidak berujung - bertepi /misteri

Sadar itu sendiri batas tiada batas,  yang tertinggi sekaligus yang terendah,  ada dan tiada/maha ghaib,  kehendaknya yang mewujud,  kehendak yang maha sempurna - mewujud pada kesempurnaan wujudnya, itu hanya berarti satu-bahwa perwujudan yang paling sempurna yang mewarisi kehendak sempurnanya, jika dirunut dari awal mula - maka yang mengawali perwujudan kehendak maha sempurna diawali terwujudnya bumi lalu kesempurnaan bumi menjadi penyedia ruang hidup yang menopang kesempurnaan mahluk diatasnya,  dan dari seluruh mahluk yang ada di muka bumi-manusialah pewaris kesempurnaan yang paling sempurna,  sekalipun diluar sana katanya ada Alien yang memiliki peradaban lebih sempurna dari manusia,  akan tetapi manusia bergelut dengan rasa hidup milik diri masing-masing,  bukan tentang Alien bukan tentang Tuhan akan tetapi menyangkut sadar milik diri yang melayani hidup itu saja, yang lain-lain memang tidak kalah penting-namun tetap saja realitas yang dilayani sadar itu yang paling utama karena sadar itu sendiri sebagai objek penderitanya

Apapun itu tidak terlalu penting diperdebatkan karena Manusia sudah terlalu lama tersesat menjauh dari kesejatian diri, sehingga menganggap rasa hidup adalah satu-satunya identitas diri, disatu sisi mereka mengatakan tubuh ini pasti mati,  sisi yang lain mereka meyakini rasa hidup yang disediakan tubuh matinya sebagai kebenaran mutlak,  itu membuat sadar mereka kebingungan, sehingga tarik-menarik antara diri sejati yang selalu tunggal penghidup dengan kuatnya keyakinan atas rasa hidupnya yang membuat getaran hidupnya kacau - balau,  kecau-balaunya getaran hidup yang tidak disadari itu yang menjadi sumber kekacauan kehidupan

Akumulasi getaran hidup yang kacau itu semula diporosi kesadaran murni,  kesadaran murni ini yang tunggal yang Esa (tanpa sekat perbedaan) dengan lautan energi maha hidup- penopang seluruh wujud di semesta raya, yang artinya energi hidup yang didalam tubuh dan diluar tubuh dibawah atmosfer-juga yang di semesta raya (diluar atmosfer bumi) merupakan satu-kesatuan-utuh,  yang Esa, yang Tunggal yang tampak seakan-akan berbeda oleh sampul pembungkusnya, dan kekacauan getaran hidup (atas perwakilan wujud  maha sempurna itu sendiri) yang menjadi pemblokade kelarasan dengan energi  maha hidup yang mengelola keteraturan semesta raya dan kehidupan didalamnya, itu berarti hanya satu- pengetahuan yang menyesatkan kesadaran yang menjadi biang kerok kekacauan kehidupan, dan sekali lagi pengetahuan sesat yang menjauhkan sang diri dari kesejatian diri-sehingga getaran hidup yang semula murni atas harmoni kehidupan itu sendiri menjadi kacau-balau-yang pada gilirannya dikembalikannsebagai pengacau kehidupan itu sendiri

Di ulang sekali lagi,Akumulasi getaran hidup yang kacau-balau ini meresap dan terangkai dengan energi hidup dibawah atmosfer,  selanjutnya akumulasi resapan rangkaian yang telah berkekuatan berlipat-lipat  itu menjadi satu-kesatuan senyawa atmosfer hidup yang getaran energinya berbalik kepada kehidupan itu sendiri, nah kekuatan tak bertuan yang berbalik inilah yang menjadi raja maya,  kekuatan inilah media koneksi getaran rasa hidup yang mempengaruhi seluruh kehidupan di bumi

Konektor itu yang menjadi penyebab ketakutan yang datang tiba-tiba, rasa kesedihan yang tidak kita mengerti,  rasa tidak berdaya atau keputus-asaan yang sulit dikendalikan karena kalian semua terhubung satu rasa oleh koneksi maya,  kekuatan tanpa tuan dibawah atmosfer itulah raja maya,  yang bukan wujud tetapi sangat berkuasa atas wujud/maha ghaib penguasa psikis atau spirit,  apa yang akan kamu lakukan

Ketidak berdayakan dan keputusasaan atas kekuatan maya inilah sumber kemarahan,  kebencian, dendam kesumat,  yang tidak lain-tidak bukan kemarahan dan kebencian pada dirinya sendiri, menyalahkan yang satu membenarkan diri yang sesungguhnya satu kesatuan utuh adalah perbuatan konyol, karena ketidak mengertian diri atas akar masalah yang dijalani kehidupan

Pun, 
mengenali akar masalah sesungguhnya membuat kita sadar, menyadari kekeliruan membiarkan diri terlalu jauh dari kesejatian diri adalah penyebab utama kekacuan yang dijalani di kehidupan, dan dengan berbekal pengetahuan kebijaksanaan tertingfi berupaya melakukan perubahan, berawal oleh diri untuk diri, sehingga getaran diri berkesudahan atman mengakumulasi yang akan mereset ulang kehendak hidup diatas kesadaran murni, sekalipun keraguan pasti muncul dalam proses,  akan tetapi ketahuilah kemurnian tidak akan pernah mati

Bahwa kegelapan hanya terlarut dalam terang, kegelapan itu sendiri tidak mati karena gelap terang bagian dari eksistensi hidup itu sendiri,  nir yang terang dan warna adalah bayangan (kegelapan) dari yang terang itu sendiri, nir yang meredup dikuasai kegelapan bayangannya sendiri,  sebaliknya nir yang bercahaya berkilau diatas kesadaran murni melarutkan bayangan miliknya sendiri, diam ditempat  jangan berlari,  karena tidak ada tempet sembunyi di kolong langit ini - selain menghadapinya melalui kemandirian sadar itu sendiri, swa-diri

Bertanyalah lalu getarkan,  jawaban-jawaban akan datang darimana saja dan tidak terduga selama diri berpegang pada kasadaran-akan selalu kritis mengamati, ELING WASPADA,   karena kehidupan itu sendiri guru, kehidupan itu sendiri  guru hidup,  kesatuan getaran hidup yang tunggal itu terkoneksi pada seluruh yang hidup, terutama dan terkuat pada yang dibawah atmosfer, karena disinilah realita kehidupan kita bukan ditempat lain atau dimensi lain,  disini hari ini saat ini, sekalipun berita-berita indah tentang keberadaan diluar itu terasa sangat menghibur,  akan tetapi realitas sadar kita - ada di kehidupan disini di dimensi ini saat ini, dan yang terpenting disadari bahwasanya realita yang dijalani ini membutuhkan solusi bukan hiburan yang menyenangkan rasa - akan tetapi (kesenangan/sorga kehidupan) yang mewujud nyata

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments