"KELEPASAN MENUJU KESADARAN NIRWANA" (III)


Tubuh ini tidak lain bio mekanik/mesin biologis yang menterjemahkan listrik/energi hidup memiliki sadar, memiliki guna sama seperti radio,  televisi,  komputer, telepon seluler,dan mesin-mesin lain  yang kesemuanya berbasis listrik yang diterjemahkan sesuai fungsi kebutuhan

NIR - WANA ini ibarat listrik/penghidup dengan mesin biologis/hardware, sadar itu sendiri sejenis sofware, listrik kekuatan penopang utamanya, tanpa listrik hardware maupun sofware tidak berfungsi, sadar itu sendiri gabungan antara bio mekanik dan penghidupnya,  tanpa hardware,  software tidak teraplikasikan, tubuh manusia hanya melakukan penyesuaian sedangkan sadar sebagai  sofware bersifat tiada batas,  hanya saja belum ditemukan, atau hardware yang belum sampai pada penterjemahan  kecanggihan sesuai yang dibutuhkan

Sistem alam materi maupun alam spirit (kekuatan penghidup)  sama saja, semua mesin-mesin mekanik adalah terjemahan mesin mekanik biologis,  seperti pesawat terbang meniru burung,  kekuatan pacu kendaraan darat disebut horse power/tenaga kuda,  kesemua itu fakta empirik bahwa penemuan-penemuan  itu berangkat dari pengetahuan bio mekanik, di mulai dengan pengamatan tentang hidup dan itu tidak lain upaya penggalian spiritualitas di sisi material,  sesuai pecapaian individu dalam mengurai kebenaran hidup, yang kemudian menjadi filosofi hidup, dan ilmunya disebut filsafat

Filosofi atau Pilosopi dari philosophy bahasa Inggris , gabungan kata philo (φιλο)  “cinta” dan sophós (σοφός) “kebijaksanaan” bahasa Yunani , menjadi philosophia (φιλοσοφία) yang artinya “cinta kebijaksanaan hidup" sedemikian ilmu filsafat bermakna "yang bercinta dengan kebijaksanaan", bajwa  hidup atas kehidupan yang dibentuk oleh cinta, perpaduan seimbang dari cinta dimaksud  melahirkan fusi buah atas persenyawaan cinta

Cinta juga sanggama jika dikaitkan pada persenyawaan, di dalam manusia disebut juga sebagai NYAWA atau nyawang atau yang mengamati yang tidak lain SADAR itu sendiri, sanggama bermakna penyatuan dari dua kondisi berbeda jika dibagi kedalam feminin - maskulin - dari penggabungan keduanya terlahir anak dari buah berupa fusi atau pesenyawaan dua jenis kutub energi, demikian hukum yang sama sebangun  berlaku pada setiap penciptaan, dan ketiga sisi sanggama (persenyawaan) itu mewujud sebagai jejak kebenaran nyata pada kedirian manusia,juga pada seluruh ciptaan yang lain

Fusi antara penghidup yang tiada wujud dan tubuh fisik pembungkus hidupnya melahirkan kesadaran hidup,  ketiga kondisi kebenaran nyata ini disebut trisakti,  yang berasal mula  tiga sifat kemahaan sang maha pencipta,  tiga dari dualitas tunggal  satu puncak ini yang membentuk simbol segitiga, yang bersudut tiga disertai masing-masing puncak,  pencapaian puncak dari masing-masing sudut  mengandung  kekuatan cipta pelihara dan lebur,  dan pencapaian seluruh ketiganya dalam satu kehidupan disebut TRI - MURTHI,  cipta-pelihara-lebur-satu kesatuannya manunggal-menjadi Sanghyang GURU, guru tidak lain guru hidup, yang tidak lain kehidupan itu sendiri, yang selalu dan tanpa kecuali mengarahkan hidup mencapai pengetahuan tertinggi di atas kesadaran tertinggi yang buah pencapaian dimaksud menghasilkan kebijaksanaan tertinggi

Pun,
pencapaian terpisah dari masing-masing kaki kaki penopang sudut segitiga melahirkan kebijaksanaan sesuai sifat dualisme tunggal penggerak kehidupan,  sedangkan fusi adalah capaian yang ketiga yang merupakan puncak keseimbangan dari purusa-pradana/lingga yoni/Akasa Pertiwi/penghidup dan yang dihidupi  atau  gabungan pencapaian tertinggi kedua sisi kaki segitiga penopang keselarasan penciptaan adalah ragantajati/kesadaran atman/wruh-ruh ilahi

Ilmu filsafat yang berbasis kedewataan/kedewasaan moral berkehidupan-telah lahir menguasai bumi sejak masa peremajaan kedua atau jaman pertengahan  diakhir jaman Tretayuga (Dewanagari :  त्रेतायुग) tepatnya diawal masa dwaparayuga  yang adalah jenjang jaman yang ketiga dalam siklus Yuga. jaman Tretayuga  merupakan lanjutan dari jaman Satyayuga ketika kesadaran manusia tunggal sang pencipta/tunggal kesejatian diri. Yuga adalah pembagian jaman dari KALPA yang terbagi empat bagian yang diibaratkan sebagai lembu yang berdiri kokoh dengan empat kaki,  "Satyayuga-Tretayuga-Dwapara-Kaliyuga"

Telah terlaksananya Yuga-Yuga dimaksud di kehidupan menghilangkan satu kaki lembu,  hingga pada Yuga yang terakhir jaman kali hanya menyisakan satu kaki lembu,  bahkan untuk berdiri pun lembu itu kesulitan, itulah makna patung-patung lembu yang bersimpuh ditanah,  menghancurkan patung apa gunanya karena itu sama dengan menghancurkan diri sendiri

Meniadakan atau menghilangkan jejak pengetahuan tertinggi yang berguna menyelamatkan kehidupan tidak lain KAUM ANTI KEBENARAN, berkoar-koar tentang penghakiman oleh kedatangan sang penyelamat kehidupan, tetapi tidak mengerti apa wujud penyelamat-siapa yang diselamatkan dan diselamatkan kemana selain oleh pengetahuan kebijaksanaan itu sendiri

Berprilaku konyol tanpa kebijaksanaan  hanya menjadikan diri sendiri tontonan buruk yang mempermalukan diri sendiri, berkeinginan tetapi tidak memahami kebenaran yang sesungguhnya atas apa yang diinginkan bahwa hanya pengetahuan kebijaksanaan tertinggi yang mampu melebur penderitaan,  bahwa kesadaran tertinggi yang bisa menyelamatkan kehidupan,  dipastikan tidak ada yang lain selain itu, itupun hanya bagi yang mendamba-dambakan keselamatan,  bagi yang sudah memahami kebenaran telah tunggal pada prilaku keselamatan itu sendiri dan hanya duduk manis sebagai penyaksi,  mengamati dengan kebijaksanaan penuh

Weda mengatakan waktu berlangsungnya sat-ya Yuga adalah : 1.728.000  tahun , Tretayuga : 1296000 tahun , dwapara Yuga : 864 000 tahun, Kaliyuga berlangsung : 432 000 tahun, yang itu berarti Weda sekalipun tidak terwujud di India,  akan tetapi jauh sebelum itu,  karena pengetahuan tidak bisa menghindari perangkuman kesimpulan dari kejadian yang sebenarnya, demikian Weda sekalipun merupakan rangkuman dari seluruh kejadian mulai Satya Yuga hingga Kaliyuga, dan itu hanya bermakna satu-kesimpulan bahwa setelah kejadian berlangsung pengetahuan terenkripsi

Dari keempat Yuga itu PENGETAHUAN terwujud saat Yuga terakhir yaitu di-Era-Kaliyuga dalam rentang 432 000 tahun belakangan setelah runtuhnya peradaban agung terakhir era Dwapara Yuga,  pencapaian Awal kaliyuga diakhir Dwapara Yuga  dari keruntuhan inilah yang mulai mengenal pencapaian  acintya,  mahluk bercahaya tanpa jenis-kelamin, bhatara/malaikat -dewata-raksasa-dan sifat terendah seperti demit-jin gendruwo wong halus mulai dikenal di pencapaian pencapaian spiritual era Kaliyuga, kemelekatan manuaia pada kondisi fisiknya membuat memori yang ditinggalkan setelah kematian wadagh  menjadi sangat padat,  kemelekatan inilah yang membuat seluruh pencapaian kehidupan nyata di era Kali-Kuga terefleksi ke dimensi roh atau akasia record atau alam memori, karena Yuga itu sendiri beramakna terhubung,  Kaliyuga berarti yang terhubung kali atau kha lingga,  kha itu sendiri bermakna indria (ing/pada)  lingga adalah Poros atau yang berporos  Indria, jika diterjemahkan maka keseluruhan kaliyuga bermakna : yang Terhubung Poros Pemenuhan Indria

Sedangkan,
Sat-Ya Yuga atau yang terhubung Sat  penguasa Nirwana dan YA poros-wujud dengan kata lain kondisi NIR-WANA, NIR adalah yang tunggal maha hidup akan tetapi sedang berada di dalam wana (hutan kehidupan)  yang tidak lain tubuh dan lingkungan penopang kehidupanya, keselarasan sempurna atas  keduanya disebut jaman SAT-YA-yuga kehidupan yang terhubung kebahagiaan Nirwana, suka tanpa wali duka

Berbicara filsafat yang kemudian melahirkan ilmu turunan salah satunya Demokrasi dari bahasa yunani δημοκρατία (dēmokratía) "kekuasaan rakyat", terbentuk dari δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (kratos) "kekuatan" atau "kekuasaan" yang diterapkan di Yunani abad ke-5 SM, sistem negara/kota yunani, salah satunya Athena,  kata ini merupakan antonim dari aristocratie- "kekuasaan elit" yang memiliki definisi bertentangan, namun penerapanya di kenyataan sudah tidak jelas lagi di semua pemerintahan demokrasi sepanjang sejarah kuno dan modern, feodalisme tidak bisa mati dan faktanya pejuang yang berdarah darah tetapi  endingnya elite yang kasak-kusuk membagi-bagi kekuasaan, bahkan yang lebih ironis pemerintah berdagang pada rakyatnya,  dan sekarang kita merasa penting bertengkar tentang Tuhan yang baru lahir sejak 2000 tahun nilam,  jauh sebelum negara Demokrasi dan aristrokrasi/feodalisme  terbentuk di Yunani,  apa yang membuat mereka merasa lebih special dibanding yang telah ada sebelumnya dan merasa bisa bebas dari sistem yang telah berkuasa jauh sebelum sistem hidup kebanggan mereka lahir

Akan tetapi kita tidak perlu terlalu mendalam menyangkut sistem peninggalan ribuan tahun lalu,  kita adalah tentang hari ini tentang kesadaran kita, manusia terlahir dengan seluruh perlengkapan yang sempurna yang sama yang melahirkan  seluruh pengetahuan yang ada,  mulai sejak satya Yuga hingga jaman kaliyuga yuga penutupan KALPA diakhiri dengan PRALAYA,  Kaum Abrahamik menyebutnya kiamat,  Weda menyebutnya MAHA-PRALAYA, Pralaya berlangsung di akhir Maha Kalpa atau di akhir usia Brahma diakhir sikkus penciptaan di ketentuan empat Yuga

Tercatat dalam Weda : 14 Dunia, 5 elemen (tatwa) 3 sifat (triguna) musnah. seluruh Brahmanda-benih hidup/telur yang mengembang/mencapai wujud yang menjadi semesta dan segala isinya, termasuk para dewa terserap kembali oleh Brahman,  yang jika kebenaran arti dan maksud Mahapralaya itu di logikakan atas fakta - menjadi kembali pada kemurnian sang pencipta atau mencapai kesadaran murni

Pralaya atau pemurnian seluruh alam berlanjut mulainya  Sat-Ya Yuga atau KESADARAN HIDUP yang terhubung secara langsung dengan Kekuatan Cipta Sang Maha Pencipta,  dengan kata lain : jaman yang memiliki kemampuan membentuk ulang - lautan kekuatan hidup-yang maha luas tiada batas dan tidak bertuan itu-menjadi sumber kekuatan pembenahan tiada batas,  yang itu berarti meniadakan sekat antara sadar dan penghidupnya atau menjadi sang MANU yang di porosi sanghyang manusia yang berada di puncak piramida-causa

Terlahir pada wujud manusia dengab warisan seluruh kesempurnaan yang menyertai wujudnya menyediakan peluang besar bagi manusia untuk  berada pada kecerdasan puncak,  sekqlioun sistem dapat menjajah psikologis akan tetapi tidak pada kecerdasan,  akan tetapi kecerdasan terhambat oleh psikologi,  sedemikian kecerdasan akan bangkit ketika diri tidak terjajah oleh sistek apapun apapun,  karena sistem itu sendiri berpengaruh langsung pada psikologi,  lalu pada emosi yang berujung pada tingkah laku

Sebelum menilai,  ada baiknya masuk dengan jiwa Ksatria untuk membuktikan sendiri,  dengan begitu dirimu akan melihat dengan jelas mana yang fakta mana ilusi,  karena ilusi yang terus menerus meyakini kebenaran paradox scara psikologis telah mengalami Delusi, mereka yang meyakini ilusinya sebagai kebenaran, dan komdisi diri seperti ini  akan mengakami kesulitan  untuk bangkit dari kondisi ilusinya,  mereka adalah yang dimaksid sebagai yang tersesat karena terlalu jauh dari kesejatian dirinya,  dan cara satu satunya adalah berupaya kembali kerumah asal atau pada kesadaran murni,  tentu yang melampaui ilusi sedemikian hanya kebahagiaan nir-wana menjadi Poros pelayanan hidup setiap diri

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments