"BHUANA ALIT BHUANA AGUNG"


Sebuah konsep yang kita anggap konsep tidak selalu bertujuan mengatur,  awal mulanya merupakan penemuan pribadi atas pencapaian, kemudian di wujudkan kedalam simbol atau yang bersifat lebih spesifik di gurat diatas benda yang tidak mudah rusak dimakan waktu, pengetahuan turunan yang selanjutnya lah yang menuliskanya kedalam media yang tersedia dijaman dia hidup

Pencapaian pengetahuan tertinggi tentang yang benar atas kebenaran yang Agung , selanjutnya kebenaran yang terkandung didalamnya diterima sebagai konsep kebenaran, dijadikan pegangan yang menjadi dasar menyelami sisi spiritual,  kemudian lebih jauh di implementasikan pada pembentukan kerajaan, karena hasil akhir dari seluruh upaya laku kehidupan spirit pun materi adalah perwujudan  kepentingan pemeliharaan hidup maupun upaya mewujudkan kebaikan bersama,  mikro/kepentingan pribadi maupun makro/kepentingan yang bersifat universal, di dunia modern kepentingan itu menjadi politik, politik = kepentingan,  pribadi atau kelompok

Itulah mengapa (diakui atau tidak) banyak yang merasakan kecewaan  atas dukungan politik yang awalnya di harap menjadi kekuatan pengupaya kebaikan bersama, ternyata hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya saja,  politik di dunia modern berarti kekuasaan,  untuk berkuasa membutuhkan modal kampanye untuk mencitrakan diri, pertarungan seperti itu membutuhkan modal sangat besar,  itu berarti harus mencari investor yang berarti harus ada perhitungan BEP, tidak ada makan siang gratis,  bisa ditebak ujung-ujungnya pasti kong-kalikong di balik layar, yang di tampakkan  di permukaan hanya apa yang ingin masyarakat dengar sesuai mimpi dan harapan mereka

Berbeda dengan raja-raja di jaman dahulu,  memulai segala sesuatunya dari sisi spiritual,  para raja idealnya yang mampu mengambil ruang dan mewujudkan ruang pemenuhan sedemikian sumber kemakmuran bukan hanya sebatas menjual hasil bumi akan tetapi mengolah bumi dan segenap sumber daya-nya,  tidak dengan mengandalkan berhutang kepada negara lain sehingga harus memajaki rakyat untuk membantu membayar hutang, raja dijaman dahulu benar-benar pewaris kebijaksanaan semesta sehingga kehendak memakmurkan kehidupan takyatnya di topang penuh kekuatan semesta,  yang lebih sederhana upaya ini mirip  pembentukan kala cakra dijaman belakangan

Jika bumi mengawali keberadaan mahluk biologis diatasnya,  maka bumilah yang mengandung dan penyedia seluruh proses pembuahan yang diperlukan olrh semua mahluk biologis yang hidup diatasnya pada manusia khusunya,  atas keberadaan bumilah unsur-unsur penopang wujud tubuh manusia mencapai fisik seperti air-api-udara-aither/perekat lalu tanah terbentuk terakhir,  sedemikian bumi dan mahluk yang hidup diatasnya merupakan satu kesatuan tidak terpisah, manusia khususnya yang bisa memelihara atau sebaliknya menjadi penghancur ekosistem bumi

Jika awal-akhir seumpama lahir-mati maka ada dan hancurnya bumi yang menjadi awal-akhir seluruh keberadaan mahluk diatasnya, selama bumi terpelihara dengan baik demikian juga kehidupan diatasnya, jika kondisi bumi kacau maka kehidupan diatasnya kalang-kabut, demikian halnya jika getaran energi hidup di bawah atmosfer bumi kacau maka getaran itu akan berbalik mengacaukan kehidupan itu sendiri

Halnya atmosfer adalah sekat sekaligus pelindung kehidupan bumi,  maka akumulasi getaran hidup tetap terkungkung di bawah atmosfer bumi, semisal udara yang beracun akan meracuni setiap mahluk yang menghirupnya,  demikian pula  akumulasi getaran energi kesadaran hidup manusia jika mengandung racun maka seluruh yang hidup dibawah atmosfer terimbas racun getaran energi dimaksud

Demikian di sisi pribadi spiritualitas diri dan semesta/alam adalah bhuana Alit/kesadaran,  bhuana agung/menyangkut kehidupan lebih luas,  konsep bhuana agung menyangkut akumulasi getaran hidup di bawah atmosfer, meliputi antara diri dan kekuatan alam yang menaungi kehidupan, bagaimana dia  perbedaan itu ada,  karena disana ada dua sekat yang menjadi dasar awal terbentuknya wujud berkesadaran

Yang pertama bumi yang bersekat kulit atmosfer kemudian tubuh bersekat kesadaranya , saat kita berupaya melampaui wujud,  rangkaian dari seluruh sub pelampauan salah satunya membayar hutang susu pada keterkandungan wujud kita oleh Ibu Pertiwi, bentuk pembayarannya adalah memecah atau mengurai unsur-unsur penopang fusi wujudnya, walau hanya sedetik sudah cukup untuk terlepas dari keterikatan sadar atas wujud, sebelum itu terurai tidak terjadi pencapaian kesadaran atman,  saat kesadaran atman tercapai,  pengetahuan salah satunya kita melihat tubuh kita sendiri adalah semesta kecil (pada pencapaian seperti inilah semesta dapat dipelajarinya dari bhuana Alit) 

Jika sekat maka kedua sekat itu yang dimaksud bhuana Alit-bhuana agung,  yang satu kulit bumi penyekat bhuana agung satu lagi kesadaran sebagai bhuana Alit,  sekat alit terletak didalam di wujud sadar sedangkan  sekat atmosfer yang sebaliknya terletak di luar mengelilingi bumi/bhuana agung, di bhuana agung dibawah kulit terluar bumi inilah getaran hidup seluruh yang wujud terangkum terakumulasi membentuk kekuatan maya (maha ghaib) yang berkekuatan tidak terbayangkan, maya terbentuk bukan hanya oleh pencapaian kehidupan saat ini atau bahkan yang seribuan tahun lalu akan tetapi oleh pencapaian ratusan ribu tahun sebelumnya,  pencapaian itu acintya yang bukan wujud atau wujud mahluk bercahaya akan tetapi bukan lelaki bukan perempuan, itu bukanlah harta karun penemuan baru, di budaya masyarakat bali digambarkan lambangkan dalam wujud acintya, yang di maksud sesungguhnya adalah pencapaian kesadaran atman,  atman itu sendiri bukan lelaki bukan perempuan

Apapun teori atau konsep untuk kebaikan hidup hanya yang mampu mewujud nyatakan keseimbangan hidup adalah yang terbaik,  jika tidak maka konsep itu hanya akan menjadi lembaran cita-cita,  itulah maka leluhur masa lalu hanya membuat simbul tidak mengurainya kedalam penjelasan spesifik karena menyangkut moment

Sebaik apapun konsep dan setinggi apapun sebuah pencapaian spiritualitas  jika tidak ditopang kondisi jaman yang memadai sebagai batu loncatan maka semua capaian itu hanya akan berakhir sebagai pengalaman pribadi,  tidak memiliki peluang mengejawantah, karena ketidak tersediaan bahan pendorong pewujudan-nya karena semua penciptaan berada dibawah konsep baku Bhuana Alit Bhuana Agung,  halnya kemampuan maha hidup mewujud ditopang atas lingkungan yang memiliki  ketersediaan atas perwujudannya,  jika lingkungan tempatnya berada tidak menyediakan bahan berevolusi maka ia menetap tanpa wujud hanya sebagai lautan maha hidup itu saja

Demikian pada manusia atas getaran kehendak hidupnya yang bisa memberi wujud kepada lautan energi maha hidup, energi murni yang belum memiliki wujud itu diwujudkan melalui kehendak diatas kemurnian sadar,  akan tetapi kembali lagi tan hana wong sakti sinunggal itu berarti harus tetap ditopang oleh keempat saudara lahirnya untuk mewujudkan bangunan piramida prima causa, baik di bhuana alit maupun di bhuana agung,   sedemikian perpaduan keselarasan dua piramida mikro dan makro itu membentuk pangeran bintang  kala cakra yang di motori kebijaksanana dan kekuatan semesta

Sedemikian harus juga ditemukan empat atau lima orang diri perwakilan elemen-elemen penopang wujud di alam makro,  ketika perwakilan masing masing elemen itu mencapai kemurnian sadarnya - maka seluruh catur sanak yang menyertai kelahiran manusia tanpa kecuali ikut termurnikan, hanya yang demikian itu yang bisa memastikan terwujudnya perubahan,  maka itu dikatakan tentang Ksatria Piningit,  dan pengetahuan ini pengurai apa yang dimaksud sebenarnya, leluhur kita tidak mewariskan segala sesuatu yang tidak terjabarkan karena mereka adalah keturunan MANU,  yang bukan darah keturunannya tidak akan mampu mencapai apa yang di wariskan,  karena reinkarnasi menyangkut pengulangan, 

Sekalipun dirimu merasa terhina karena kehormatan leluhur mu terinjak-injak, dan atas ketidak-berdayakan sesaat,  ngono yo ngono ning ojo ngono,  dalam artian jangan melawan arus akan tetapi jangan ikut membenci, karena kebencian menandakan dirimu terseret ikut menjadi korban arus yang sengaja mereka cipta atas perintah raja maya,  berksatrialah hadapi, amati kemampuan diri lalu seraplah arus itu untuk menghentak balik, Thai Chi,  sekalipun harus menelan kepedihan akan tetapi roket yang hendak menembus atmosfer membutuhkan bahan cukup dan kecepatan memadai untuk menembusnya,  dan bahan itu tersedia berlimpah di jaman ini saat ini

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments