"SORGA NERAKA II"


Jika anda seorang penggemar sorga tetapi tidak memiliki peta akurat untuk mecapainya, maka sampai kapanpun anda tidak akan menemukan apa yang dimaksud,  dan hanya akan berputar putar pada prasangka dan tidak akan pernah mampu mewujud pemenuhannya,  karena sorga sesungguhnya kondisi rasa hidup bukan tempat

Tidak mungkin mencapai sesuatu yang tidak diketahui apa dan bagaimananya dan tidak memegang petunjuk jalan pasti untuk mencapainya  selain hanya berbekal sekelumit informasi minim tanpa ujung-pangkal, tentu saja tidak ada yang salah sebaliknya saat semua itu sudah melekat sebagai keinginan banyak orang justru menjadi lebih mudah memaparkan keadaan yang sebenarnya, kecuali setelah mendengar kebenarannya yang sejati sang individu memilih mengingkari apa yang pernah diinginkannya karena alasan permisif yang beraneka macam atau tidak sesuai dengan petunjuk yang diketahuinya

Petunjuk yang yang tidak membuahkan hasil nyata tetapi tetap dipertahankan adalah kekonyolan,  karena yang bernama manusia menjalani hidup disertai sadar dan kecerdasan sempurna sebagai modal dasar memudahkan kehidupannya,  dan menghalang-halangi kesempurnaan diri dengan membiarkan sadar berkutat dalam pandangan sempit sesempit buku panduan dapat dikategorikan sebagai kesesatan yang sebenarnya

Kamu bertanya Tuhan menjawab,  itu bermakna pemenuhan,  tidak ada batasan pemenuhan jika memahami bahwa kesejatian sadar sesungguhnya tiada batas,  tidak ada batas kesadaran kecuali sadar itu sendiri,  yang membatasi kesadaran adalah pengetahuan,  pengetahuan yang terbatas membuat pengingkaran atas ketiada batasanya

Tubuh wadagh yang mengandung rasa termasuk indria itu sampul atau batas yang merupakan perangkat maha sempurna yang adalah alat penyedia sadar yang maha sempurna, perangkat itu juga yang mendatangkan prasangka,  perangkat itu penyedia rasa takut dan keraguan,  sedemikian kompleks dengan kesempurnaan kandungan rasa yang tidak terbatas  membuat sadar atau diri menyangka rasa itu sendiri  yang menjiwai hidupnya, sesungguhnya tidaklah demikian,  hidup hanya berasal dari yang hidup yang bersifat menetap,  sedangkan rasa tersedia oleh tubuh yang pada saatnya akan hancur atau tidak abadi

Pada domain rasa ini muncul berbagai  istilah-istilah atau prada-na atau simbolisasi kesan atas bayangan poros hidupnya untuk membedakan rasa atas sadarnya, sekaligus pengingat perbedaan sadar atas wujud dan sadar atas kesejatianya,  sedemikian nama-nama simbol-simbol dikategorikan sebagai pradana atau sisi feminin penciptaan atau ibu seluruh pengetahuan sekalipun pengetahuan tentang Tuhan  berwujud kewanitaan yang berkait erat dengan pengandung benih hidup,  yang berkaitan dengan gharba atau kandungan atau rahim

Demikian sorga juga sorga gharba atau kandungan terbawah, dan jika dikatakan dengan pemenuhan bermakna pemenuhan kondisi kehidupan terbawah atau sisi yang terkait materi dan psikis termasuk kesenangan indria,  dengan demikian semua menyangkut sorga jika diurai dari pemaknaan bahasa yang tidak lain simbul untuk memudahkan komunikasi wujud itu adalah yang terkait rasa saat di dalam fisik pada kedua sisi-Nya

Dan jika pencapaian sorga menyangkut keseimbangan pemenuhan fissik dan psikis makan kondisi paling tinggi adalah kesadaran atas kemandirian  hidupnya,  yang itu berarti swaha di raga yang bermakna kondisi mandirinya kesadaran di dalam raga,  akan tetapi maya atau ghaib didalam raga pun memiliki kemandirian seperti halnya kemandirian potensi denyut pada tubuh,
sedemikian kemandirian samawa di raga sekalipun masih memiliki pesaing atas dualisme tunggalnya,  dan itu berarti masih terbuka celah tarik menarik diantara keduanya,  kecuali dengan melampaui keduanya atau tunggal  pada kesejatianya

Bahkan penjekasan satu kata menyangkut sorga atau swarga saja membutuhkan penjelasan panjang lebar bahkan jika lembaran penjelasannya dikumpulkan bisa mencapai setinggi langit,  belum lagi yang menyangkut perjalanan karma,  tentu akan menghabiskan waktu hidup hanya untuk sekedar cuap-cuap tanpa makna,  karena kesadaran atas hidup itu sendiri menyangkut pelayanan rasa hidup sang maha hidup,  dan hanya dengan pelayanan suci setiap diri akan menemukan kebenaran atas kesejatianya dirinya,  tidak ada jalan lain dan tidak ada petunjuk yang paling akurat selain sadar atas hidup itu saja

Menyangkut yang lebih dalam tentang keberadaan yang tidak tampak sekalipun hanyalah melalui sadar individual itu akan tampak,  semisal menyangkut jumlah cakra ada tujuh cakra utama yang selebihnya cakra penopang,  akan tetapi setiap tubuh memiliki jumlah cakra yang sama,  yang membedakan adalah hidup atau tidak hidupnya, karena cakra itu sendiri seumpama organ dalam seperti jantung hati empedu lupa dan seterusnya merupakan penopang kesempurnaan fisik manusia demikian halnya dengan cakra,  satu tidak ada maka  kondisi fisiknya disebut cacat,  sedemikian mengenal cakra adalah mengenal dewata,  demikian yoga kondisi mikro dan yug pada kondisi makro atau yang terhubung,  tentu saja semua kita menyadari dengan sebenar-benarnya kepada apa saja kehidupan ini terhubung,  demikian maksud yoga

Sorga itu sendiri tidak lepas dari neraka,  tidak akan pernah ada upaya  segala pemenuhan (sorga) jika tidak adanya kondisi buruk atau kondisi tidak terpenuhi (neraka),  tentu semua itu bukan sebatas permainan kata-kata belaka seperti atas-bawah siang-malam baik-buruk selalu berdampingan,  itu hanya sebatas analogi (nanlisa logika) atau bayangan dari kondisi yang nyata sisi sipit itu sendiri,  akan tetapi tidak sepenuhnya sama semisal sisi kiri kanan tubuh atau sisi positif negatif listrik tidak serta merta baik-buruk,  baik buruk berbatas pada permainan prasangka

Sor  gharba atau sorga atau yang mengandung atau kandungan rasa hidup terbawah, yang tidak lain adalah sampul dari sadar atas hidup itu sendiri,  yang itu berarti seluruh penopang yang mewujudkan sadarnya adalah sorga pada pemenuhanya dan juga neraka pada penderitaan yang suka tidak suka juga dilayaninya

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments