"KESADARAN ATMAN"


Atman merupakan inti hidup yang tidak akan pernah akan ada yang bisa melihatnya,  atman  yang menjadi yang menyadari hidup, tidak lahir dan tidak melahirkan,  atman tidak terikat wujud- tidak terikat kelahiran, atman tidak mengalami kematian, ia yang menetap tidak mengalami perubahan

Yang hidup yang menjalani siklus perubahannya atas wujud dari tiada wujud mewujud dan kehancuran wujud, sedangkan atman tidak ikut menjalani perubahan atas wujud, atman bukan wujud termasuk bukan sadar akan tetapi yang mengetahui sadar, yang melampaui sadar, sadar itu sendiri  muncul atas wadah hidup, atas tubuh fisik, semasih didalam wadagh akan selalu ada sadar yang keberadaanya ditopang atman, sadar hanyalah bayangan atman,  sadar bukan atman,  tubuh hilang sadar lenyap, sedangkan atman menyatu kembali parama-atman yang tiada-batas yang tidak mati yang tidak mengalami perubahan

Brahman pencipta yang menjadikan seluruh wujud-paramaatman inti darinya, di dalam manusia ada atman dan  Brahman dan Atman serupa, disebut Brahman ketika IA (paramaatman) mengambil prakreti atau mewujud, disebut pencipta adalah yang mewujud atau yang menjadi wujud atau yang mengambil wujud prakreti,  yang mewujud adalah yang asal mulanya yang sama dengan yang terwujud

Brahman atau yang dikenal sebagai sang maha pencipta yang bersifat eka aneka,  dari eka menjadi beraneka, yang berbeda-beda itu berasal yang tunggal dan percikan terkecil dari paramaatman diberikan pada manusia yang merupakan raganta-jati atau yang mengatahui sadarnya, sedemikian kesadaran itu merupakan batas sekaligus tiada-batas, diantara parama atman dan wujudnya adalah atman yang diselimuti maya (bayangan)  sadar adalah batas sekaligus yang tiada batas,  yang tertinggi sekaligus yang terendah,  yang ada juga yang tiada, yang wujud sekaligus bukan wujud,  maya juga bukan maya, IA identitas ketiada-batasan itu sendiri,  IA bukan sadar sekaligus yang mengetahui SADAR'NYA

IA bukan sadar karena sadar ada di domain wujud,  wujud sebagai  penyedia sadar atau yang menterjemahkan kesadaran atman, tanpa wujud tidak ada sadar karena atman tidak melekat pada wujud,  apa yang mewujud mengalami kemusnahan tetapi tidak pada atman,  atman tidak terbakar oleh api,  tidak kering oleh angin, tidak basah oleh air, IA yang terindah dari segala yang indah,  yang teragung dari segala keagungan, ia tidak datang tidak pergi, ada dimana-mana tidak kemana-mana,  ia tidak terpikirkan

Atman satu kesatuan utuh parama-atman yang tiada batas,  yang terbatas wujud wadag manusia disebut atman, yang tidak terbatasi wujud adalah parama-atman, dari yang demikian itu dapat dipahami bahwa atman dan parama-atman  sesungguhnya tunggal tidak terpisah-pisah di bedakan oleh wujud dan tiada wujud,atman menjalani keduanya,  akan tetapi atman tidak pernah melekat pada wujud

Percikan terkecil paramaatman di dalam tubuh manusia berupa kesadaran atman - yang melampaui kesadaran - yang diatas kesadaran,  sedangkan sadar itu sendiri bayangan belaka,  atman tidak ikut menjalani perubahan atas wujud yang di diami,  atman tidak pernah lepas ketunggalannya dengan paramaatman, tubuh hanya sekat penyedia bayangan atas diri atau alat penterjemah  sadar akan tetapi ia bukan itu

Atman yang tunggal sumbernya inilah potensi mencipta keagungan hidup sebagai manah-ra' menara relay penyalur kekuatan cipta maha cipta parama-atman yang tiada-batas ke kehidupan,  dengan mencapai kesadaran atman yang melampaui wujud

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments