ATMAN"


Bagi yang sudah masuk menjelajahi spiritualitasnya secara benar,  kemungkinan sedikit kebingungan membaca tulisan sebelum - sebelumnya antara maha hidup dan sadar dan yang mengetahui sadar atau yang melampaui wujud, tulisan sederhana yang bersifat pengenalan umum ini berguna bagi yang belum terlalu mengerti dunia spiritual,  lebih kepada sisi pemenuhan intelektualitas belaka agar mudah dimengerti awam,  sedangkan jika maha hidup yang mencapai wujud bermakna sebelumnya IA adalah juga wujud walau pada bentuk terhalus atau tiada wujud sekalipun, dan jika bukan wujud tidak mungkin memanifestasikan dirinya sebagai wujud dimaksud,

Di bawah ini uraian singkat yang tentu saja sangat jauh dari kondisi sebenarnya,  akan tetapi tidak ada salahnya sebagai pemenuhan intelektual sehingga tidak ada ruang bagi keraguan

Hidup akan selalu menemui perwujudannya, demikian kehancuran adalah pasti atas wujudnya, yang terlahir menemui kematian, di tengah-tengahnya ada sadar potensi pengetahuan, hasil sadar adalah pengetahuan, hasil wujud adalah sadar, hidup semula maha hidup, dari eka menjadi beraneka, tidak ada yang lain selain maha hidup itu sendiri yang mengejawantah mewujudkan diri menjadi segala wujud,tidak ada tujuan selain memanifestasikan hidup itu saja, bahwa hidup akan selalu mencapai wujud demikian juga kehancuran wujudnya,dan manusia sebagai wujud yang maha sempurna yang mengetahui kesempurnaan-NYA, NYA maha hidup yang juga yang menghidupi manusia,  dan diri mewakili sadar atas hidup maha hidup itu sendiiri

Yang disebut kehidupan, yang bergerak dinamis diatas tarik-menarik kekuatan hidupnya, yang hidup yang mengalami perubahan namun inti hidup atau sumber hidupnya sendiri tidak menjalani perubahan, sumber itu disebut parama-atman dan di dalam manusia disebut atman, atman inilah yang sadar atas rasa hidup di atas wujudnya,  atman ini yang diam, yang tunggal,yang suwung, IA yang disebut yang sejati, ia bukan apa-apa sekaligus apa-apa,  IA yang tidak terpengaruh atas wujudnya, IA disebut Sanghyang Atman

IA-Atman sumber dari yang hidup akan tetapi Atman bukan wujud dan tidak akan pernah mewujud karena yang mewujud adalah kekuatan hidupnya, sedangkan  atman yang tiada wujud itu sebagai yang melayani sadar atas wujud rasa hidup dan hidupnya, akan tetapi ia tidak terikat wujud,  IA yang meresap merangkai namun tidak ikut menjalani perubahan atas wujud apapun

Atman itu yang mendapati sadarnya,  tetapi sadar itu sendiri bukan atman namun yang mengetahui sadar nya,  sebab sadar tersedia oleh rasa hidup saat di tubuh fisik, IA atman raganta jati yang mengetahui sadar, yang mengamati sadar, yang melampaui segala wujud bahkan tiada wujudnya,  IA inti dari maha hidup akan tetapi ia bukan itu, IA sumber IA tidak terpikirkan, IA nir/bukan, bukan itu bukan itu, tidak tergambarkan, sehingga sangatlah sulit menjelaskanya dengan bahasa manusia yang terbatas, hanya mwnyisakan satu-satunya pilihan yakni manunggal

Awal mula seluruh keberadaan adalah maha hidup, dua sisi kekuatan hidup yang membuatnya selalu bergerak mencapai wujud lalu kehancuran wujudnya, sedangkan inti dari yang hidup itu bersifat menentap tidak menjalani perubahan,  inti hidup itu disebut paramaatman dan di diri manusia bernama atman, keberadaan  atman ini mengatasi sadar,  ia sang diri sejati - kesadaran atman

Atman akan selalu ada sedangkan sadar hanya ada saat tubuh fisik,  atman yang kehilangan fisik menyatu kembali parama atman,  atman adalah penopang hidup akan tetapi atman tidak terikat pada hidupnya, sebaliknya yang hidup yang bertopang pada atman, atman tidak menjalani perubahan sedangkan hidup menjalani perubahan atas wujud dan tiada wujudnya,  kesadaran atman ini yang disebut raganta jati atau  yang mengatasi sadarnya, inti atau diri sejati - kesejatian diri

Demikian,
tidak ada cara lain selain saat didalam wujud ini sajalah jalan mencapai kesadaran atman, ketahuilah bahwa atman bersemayam hanya di dalam fusi wujud yang sempurna, di dalam Weda dikatakan benih atau percikan terkecil paramaatman diberikan kepada manusia dan sisanya kepada para dewata dst, itu berarti sadar manusialah yang melayani warisan kesempurnaan atman atau yang setara kesempurnaan maha hidup itu sendiri dan sisanya kepada dewata, keberadaan atman atau inti hidup inilah asal mula kesempurnaan tubuh manusia, sehingga wujud-wujud kain tidak disebut memiliki atman atay kesadaran sempurna, mereka hanya memiliki hidup saja

Atman inilah sumber kesempurnaan sadar manusia,  atman kemuliaan maha agung itu sendiri, mencapai kesadaran atman mencapai kemuliaan dan itu hanya berlaku bagi keturunan manu, manu-esa,  keturunan manu adalah yang menyadari kesejatian dirinya

Manusia atau manusa adalah yang Esa atas hidup dan penghidup hidupnya, yang dimaksud penghidup hidup adalah atman yang merupakan Poros atau inti dari yang hidup itu sendiri sedangkan inti dari maha hidup disebut parama-atman,  di diri yang sadar IA adalah yang mengetahui sadarnya,  yang melampaui seluruh wujud inilah yang dikatakan yang tidak satupun yang dapat melihatnya,  dari sejuta yang mencariku mungkin sepuluh yang menemukan tetapi tak satupun dari mereka yang bisa melihatku,  yang menyebut eksistensinya sebagai "ku" yang tidak terlihat disini adalah sang atman atau aku itu sendiri tidak terlihat oleh dirinya karena ia yang sebenar benarnya bukan wujud

Atlantia Ra

Post a Comment

0 Comments